
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr. Ayom Widipaminto (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah menandatangani kerja sama strategis pendanaan riset melalui skema RISPRO Invitasi Berkemajuan. Penandatanganan dilakukan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), belum lama ini, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis inovasi menuju Indonesia Emas 2045.
Sebanyak 26 proposal riset dari 13 perguruan tinggi terpilih menerima pendanaan. Selain perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, proposal juga datang dari perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Indonesia dan Universitas Jenderal Soedirman.
Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Dr. Ayom Widipaminto, menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk membangun ekonomi berbasis inovasi. Menurutnya, model pendanaan bersama antara LPDP dan Muhammadiyah ini memperlihatkan bahwa riset tidak harus sepenuhnya dibiayai melalui APBN.
Ia menyebut bahwa UMY sebagai lokasi penandatanganan juga menjadi simbol peran perguruan tinggi sebagai simpul penguatan ekosistem riset dan inovasi.
“Perguruan tinggi dianggap menjadi ruang strategis bagi pembuat kebijakan, pengelola riset, dan akademisi untuk merumuskan arah pembangunan berbasis ilmu pengetahuan,” jelas Ayom.
Menurutnya, program RISPRO Invitasi Berkemajuan digulirkan dengan total pendanaan Rp 20 miliar melalui skema pooling fund, dengan kontribusi setara dari LPDP dan Muhammadiyah.
“Pendanaan bersama ini menjadi langkah konkret untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Inovasi yang dihasilkan harus berdampak nyata dan berkontribusi pada penguatan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Ayom.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mendorong pembangunan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Riset harus menjadi instrumen perubahan sosial sekaligus penggerak kemajuan ekonomi bangsa. Kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kontribusi nyata Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan nasional berbasis inovasi,” kata Bambang.
Ia berharap, kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan belanja riset nasional dan memperkuat fondasi ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.
“Ini penting mengingat belanja riset Indonesia masih berada di bawah satu persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” pungkas Bambang.

🟢 Redaktur: Mawan








