WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Penyadartahuan, Pelatihan, dan Inventarisasi Jenis Keanekaragaman Hayati. Acara yang berlangsung pada Rabu hingga Kamis (15-16/04/2026) ini dilaksanakan di Padukuhan Jurug, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, yang dikenal sebagai kawasan strategis bagi kelestarian satwa liar.
Sebanyak 40 orang pengiat lingkungan terbagi dalam empat kelompok untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung konsep edukasi dan eksplorasi lapangan. Para peserta diajak untuk lebih mengenal dan memahami kehidupan satwa liar yang hidup berdampingan dengan masyarakat setempat, sekaligus melakukan pendataan secara ilmiah.
Pengayaan Ilmu Herpetofauna
Dalam sesi materi teknis, Donan Satria dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menjadi narasumber yang memaparkan mengenai herpetofauna, yang meliputi kelompok amfibi dan reptil. Beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai karakteristik jenis serta peran vital yang dimainkan oleh kelompok satwa ini dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Peserta dilatih kemampuannya untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mendokumentasikan spesies yang ditemukan di lokasi observasi.
Potensi Konservasi Labi-labi Jawa
Salah satu daya tarik utama lokasi ini adalah keberadaan Labi-labi Jawa (Amyda cartilaginea), spesies endemik yang menjadi ikon konservasi di wilayah tersebut. Kawasan Kedung Ingas dan Mata Air Temanten yang memiliki aliran air sepanjang tahun menjadi habitat yang sangat ideal bagi perkembangbiakan satwa ini.
Keseriusan dalam pelestarian ini didukung penuh oleh Pemerintah Kalurahan Sidorejo yang telah menetapkan wilayah tersebut sebagai area konservasi khusus bagi Amyda cartilaginea, menjamin perlindungan habitat dari gangguan aktivitas manusia.
Hasil Inventarisasi Kaya Akan Jenis
Berdasarkan laporan Kepala Seksi KSDA Wilayah 1, Wahyu Tri Kuncara, kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada malam hari membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Tim berhasil mendokumentasikan berbagai jenis satwa, mulai dari 5 jenis ular, 3 jenis katak, 1 jenis kodok, berbagai jenis gekko dan cicak, hingga 3 jenis kadal.
Sementara itu, pengamatan aves atau burung yang dilakukan pada pagi hari mencatat keberadaan 25 jenis burung yang menghuni padukuhan tersebut. Beberapa spesies yang berhasil teramati antara lain Cinenen Pisang, Burung Madu Kelapa, Cucak Kuning, Raja Udang Meninting, hingga Elang Bido.
Kegiatan positif ini menjadi bukti bahwa wilayah Kulon Progo masih menyimpan kekayaan biodiversitas yang luar biasa. Sebagai informasi, rangkaian kegiatan serupa akan dilanjutkan di kawasan Bukit Turgo, Sleman, pada tanggal 21-22 April 2026 mendatang.
🌐 Penulis: Ananta






