
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai merealisasikan strategi besar dalam penataan infrastruktur pariwisata di kawasan pantai selatan. Proyek pembangunan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) terpadu di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, resmi digodok dengan total estimasi nilai investasi mencapai Rp2,6 miliar.
Untuk memulai konstruksi fisik pada tahun anggaran 2026 ini, telah dialokasikan dana tahap pertama sebesar Rp770 juta. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari upaya penataan destinasi wisata, khususnya bagi akses menuju kawasan Pantai Indrayanti dan Pulangsawal.
Konsep Kawasan Pelayanan Terpadu
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Dinparekrafpora), Nanang Putranto, menjelaskan bahwa TPR di Tepus tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembayaran retribusi, melainkan dirancang sebagai kawasan pelayanan terpadu (one-stop service) bagi wisatawan.
“Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), total kebutuhan anggaran memang sekitar Rp2,6 miliar. Untuk tahun ini, kami fokus pada tahap awal dengan alokasi Rp770 juta,” ungkap Nanang, Rabu (15/04/2026).
Fasilitas yang akan dibangun meliputi kantor operasional, toilet berstandar wisata, mushola, taman estetika, hingga area istirahat (rest area) yang nyaman. Pembangunan ini menyesuaikan kondisi geografis lahan yang memerlukan proses pembersihan dan perataan tanah (land clearing) terlebih dahulu agar hasil konstruksi maksimal.
Status Lahan dan Administrasi
Menjawab pertanyaan terkait ketersediaan lahan, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Fajar Ridwan, memastikan bahwa aspek legalitas dan pembebasan lahan telah tuntas.
“Lahan seluas kurang lebih 1.700 meter persegi telah dibebaskan sepenuhnya pada tahun 2025 dengan nilai anggaran Rp2,2 miliar. Proses pembayaran kepada pemilik hak juga telah diselesaikan dengan baik,” tegas Fajar.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Gunungkidul, Tommy Darlianto, menginformasikan bahwa saat ini proyek sedang memasuki tahap finalisasi administrasi. Dokumen perencanaan sedang dalam proses kajian dan review teknis oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebelum nantinya masuk ke tahap pelelangan.
Taget Optimalisasi PAD dan Kenyamanan
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap kehadiran TPR modern ini dapat memberikan dampak ganda. Selain berfungsi untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), fasilitas ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bumi Handayani.













