
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Usaha meningkatkan kualitas hidup menuju keluarga yang sehat, mandiri dan bahagia terutama bagi keluarga penerima manfaat (KPM) terus digelorakan di wilayah Kulon Progo. Kali ini, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) kapanewon Pengasih melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan yang dilaksanakan di kediaman Bapak Sarno, RT 29, Secang, Sidomulyo, pada Rabu (15/04/26).
Dalam pertemuan tersebut, Pendamping PKH, Nanik Wijayanti, S.Pd menyampaikan materi mengenai bahaya mikroplastik yang terdapat pada pakaian yang dikenakan oleh masyarakat akhir-akhir ini. Pemahaman masyarakat mengenai hal ini sangatlah penting, demi kesehatan fisik dan kelestarian lingkungan di masa yang akan datang.
Masyarakat harus mengetahui bahwa bahan kain jenis poliester, nilon dan akrilik mengandung mikroplastik yang bisa mencemari lingkungan. Selain itu, bahan kain jenis tersebut tidak nyaman dipakai, tidak menyerap keringat dan menimbulkan rasa panas atau gerah di badan.
Lebih jauh, Nanik Wijayanti menjabarkan dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh bahan mikroplastik yang berasal dari pakaian. “Baju yang mengandung mikroplastik, jika dicuci, maka material mikroplastiknya akan tergerus dan terbawa aliran air bekas mencuci. Air yang tercemar mikroplastik tersebut akan mencemari tanah, bisa terbawa masuk sungai bahkan sampai ke laut” jelasnya.
“Jika sampai sungai dan laut, kemudian dimakan oleh ikan dan biota laut lainnya, maka sangat mungkin mikroplastik tersebut masuk ke tubuh manusia yang mengkonsumsi ikan. Inilah siklus polusi mikroplastik yang bisa ditimbulkan karena bahan pakaian” imbuhnya.
Di akhir penyampaian materi, Nanik Wijayanti menjelaskan solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dan mencegah polusi mikroplastik pada pakaian. Pakaian berbahan plastik sebaiknya tidak sering dipakai, sehingga tidak sering dicuci. Menggunakan air dingin pada saat mencuci dan tren membeli baju berbahan plastik harus dialihkan ke bahan katun atau wool.
Penyampaian materi pada pertemuan tersebut diharapkan mampu merubah pandangan, pemahaman dan pola hidup keluarga penerima manfaat, menuju keluarga yang sehat, mandiri dan punya kepedulian terhadap lingkungan. (myid)
🌐 Penulis
🔶 Redaktur: Mawan












