
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke‑80, Polsek Tepus menggelar kegiatan gabungan bersih pantai dan senam massal di Pantai Sundak, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Jumat (3/7/2026). Mengusung tema “Sinergitas Presisi: Olahraga Sehat, Bahagia”, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung pukul 07.00 WIB hingga selesai dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, SE., MP.; Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Endang Sri Sumiartini, M.A.P.; Anggota DPRD Sigit Subarno, S.A.P.; Wakapolres Gunungkidul Kompol Sumanto, S.H.; perwakilan Dandim Gunungkidul Kapten Inf. Imaran; Kapolsek Tepus Akp. Suryanto, S.Pd.; Panewu Tepus Irwan Triwibowo, S.Sos., M.M.; unsur Forkopimkap, pamong kalurahan, serta diikuti lebih dari 1.000 warga.
Wakapolres Gunungkidul menjelaskan kegiatan ini memiliki makna ganda, “Selain mempererat persaudaraan, kita juga mengajak warga memahami pentingnya dua hal utama: menjaga kebersihan pesisir sebagai aset bersama, dan rutin berolahraga demi daya tahan tubuh. Semoga sinergi TNI, Polri, dan masyarakat terus terjalin demi keamanan serta kesejahteraan wilayah,” ujarnya.
Bupati Gunungkidul sangat mengapresiasi pendekatan edukatif yang diambil Polsek Tepus, “Melalui kegiatan ini warga diajarkan bahwa merawat pantai berarti menjaga sumber penghidupan, dan hidup sehat adalah kunci produktivitas. Semoga Polri senantiasa hadir mengayomi, melayani, dan membawa hal positif bagi masyarakat. Dirgahayu Bhayangkara ke‑80!” tegasnya.
Secara mendasar, kegiatan ini menyampaikan pesan:
– Sampah yang tertinggal di pantai merusak ekosistem laut dan menurunkan daya tarik wisata andalan Gunungkidul
– Kebiasaan bergerak aktif seperti senam massal menurunkan risiko penyakit serta menjaga kesehatan jiwa
– Keamanan dan ketertiban tumbuh kuat jika didasari kesadaran bersama dan kerja sama timbal balik
Rangkaian acara berjalan khidmat mulai dari pembukaan, doa, menyanyikan Indonesia Raya, laporan panitia, sambutan, hingga pelepasan burung merpati lambang kedamaian.
Kegiatan berakhir dengan aman, tertib, dan meninggalkan pantai yang jauh lebih bersih sebagai bukti nyata kesadaran kolektif warga.










