
WARTA-JOGJA.COM || GUNUNGKIDUL, DIY – Seluruh siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Trowono 1, Kalurahan Karang Asem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, berlatih melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah secara langsung bersama para pendidik di Masjid Al-Ikhlas Trowono A pada Kamis (10/9/2026) pukul 11.55 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembiasaan ibadah dan pendidikan karakter keagamaan yang diterapkan melalui metode keteladanan, praktik langsung, serta bimbingan bertahap agar anak-anak terbiasa mendekatkan diri kepada Tuhan sejak usia dini.
Kepala Sekolah SDN Trowono 1, Yuli Astuti, menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya para guru yang secara konsisten mengenalkan dan membimbing siswa untuk beribadah. Ia mengajak seluruh wali kelas memperluas ruang pembelajaran tak hanya di dalam kelas, melainkan langsung mengenalkan lingkungan ibadah sehingga siswa tidak sekadar memahami teori, melainkan mampu mempraktikkannya.
“Anak-anak harus terdidik sejak dini untuk lebih dekat dengan lingkungan ibadah, bisa melihat, mencontoh, dan melakukannya sendiri. Itulah pendidikan yang paling nyata,” ujar Yuli Astuti.
Pembelajaran tidak dilakukan dengan ceramah semata, melainkan melalui langkah-langkah konkret yang dipandu langsung oleh para pendidik:
Pertama – Keteladanan Langsung: Guru tidak hanya menyuruh, tetapi ikut berwudhu dan berdiri di dalam shaf yang sama dengan siswa. Gerakan shalat yang tenang dan khusyuk ditunjukkan agar menjadi teladan yang ditiru anak-anak.

Kedua – Pembiasaan Rutin: Setiap kali azan Dzuhur berkumandang, seluruh siswa diantar ke masjid/mushola. Mereka dilatih mengantre dengan tertib saat berwudhu, meluruskan dan merapatkan shaf – siswa laki-laki di depan, perempuan di belakang – serta menjaga ketenangan selama ibadah berlangsung.
Ketiga – Pemahaman Peran: Anak-anak diperkenalkan dengan tugas imam sebagai pemimpin yang gerakannya diikuti, serta makmum sebagai jemaah yang mendengarkan dan mengikuti dengan taat. Siswa laki-laki yang sudah siap diberi kesempatan bergantian menjadi muadzin untuk melatih kepercayaan diri sekaligus memahami panggilan ibadah.
Wali Kelas III, Bapak Rus, secara langsung membimbing siswa di lokasi ibadah. Ia menegaskan pentingnya pendidikan keagamaan yang dibawa langsung ke tempat pelaksanaan ibadah, bukan hanya di ruang kelas.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa mengikuti jalannya shalat berjamaah dengan baik. Mengajarkan langsung di masjid membuat mereka paham betul tata caranya, merasakan suasananya, dan tumbuh rasa cinta beribadah,” ungkap Bapak Rus.
Orang tua murid Kelas III, Andra, turut menyampaikan apresiasinya. Langkah sekolah yang melibatkan praktik langsung dinilai sangat berharga karena menanamkan kebiasaan baik yang akan dibawa anak hingga dewasa.
“Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut sebagai budaya sekolah, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh imannya dan berakhlak mulia,” ujar Indra.

Redaktur: Mawan







