WARTA-JOGJA.COM || BANTUL, DIY – Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Sewon, Rustam Nawawi, S.Pd.I., M.Pd., memperkuat pemahaman masyarakat tentang ketahanan keluarga melalui pendekatan cerita atau storytelling yang dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari, dilanjutkan dengan doa bersama bagi para leluhur. Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di wilayah Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Rabu (9/9/2026) dan diikuti jamaah Tanjung.
Pesan utama yang disampaikan menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak bertumpu pada aspek ekonomi semata, melainkan dibangun di atas fondasi iman yang kokoh, komunikasi yang terbuka, keteladanan, serta kepedulian tulus antar-anggota keluarga.
Rustam Nawawi menjelaskan bahwa pendekatan melalui kisah dipilih agar pesan keagamaan lebih mudah dipahami dan menyentuh hati, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi setiap jamaah untuk menilai kembali kondisi keluarganya masing-masing.
“Ketahanan keluarga harus dibangun dari dalam. Ketika keluarga memiliki fondasi iman yang kuat, komunikasi yang baik, dan kemauan untuk saling menguatkan, insyaallah berbagai tantangan kehidupan akan lebih mudah dihadapi,” ujar Rustam.
Setelah penyampaian pesan melalui kisah, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama untuk para leluhur – sebuah tradisi spiritual yang menjadi penghormatan sekaligus ikhtiar agar keberkahan turun menyelimuti seluruh keluarga.
“Cerita dan doa merupakan ikhtiar yang saling melengkapi. Cerita mengajak kita untuk belajar dan berbenah menuju yang lebih baik, sedangkan doa menguatkan seluruh ikhtiar kita kepada Allah SWT,” tambahnya.
Suasana berjalan khidmat dan penuh kehangatan, diharapkan pesan yang disampaikan dapat menjadi bekal nyata bagi setiap keluarga dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Redaktur: Mawan

