WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – SLTP 1 Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar kegiatan Jumat Sehat melalui jalan sehat sejauh kurang lebih 4 kilometer pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga pendidik tersebut melintasi jalur Saptosari–Kepek–Mbulurejo–Trowono sebelum kembali ke sekolah. Selain menjaga kebugaran jasmani, kegiatan ini bertujuan memperluas wawasan siswa tentang lingkungan sekitar sekaligus menyegarkan pikiran setelah menjalani ujian sekolah.
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan suasana pembelajaran yang sehat, nyaman, dan menyenangkan. Para siswa bersama guru pendamping berjalan menyusuri kawasan pedesaan dengan suasana alam yang asri, sembari mengenal lebih dekat kondisi lingkungan di luar sekolah.
Jalan sehat dilaksanakan dengan tertib dan santai. Sepanjang perjalanan, para guru mendampingi siswa untuk memastikan kegiatan berlangsung dengan baik sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, keselamatan, dan sopan santun ketika menggunakan jalan umum.
Tingkatkan Kebugaran dan Kepedulian terhadap Lingkungan
Salah satu guru pendamping, Novi, menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Sehat tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kebugaran fisik siswa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual agar siswa mengenal lingkungan di sekitar mereka serta memahami etika ketika berada di ruang publik.
“Kegiatan ini agar anak-anak bisa lebih terlatih dan lebih sehat. Selain itu, agar siswa lebih bisa mengenal lingkungan sekitar, bukan hanya lingkungan seputar sekolah, serta bisa menjaga adab-adab di jalan.” Novi, Guru SLTP 1 Saptosari
Melalui kegiatan di luar ruang kelas ini, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung. Interaksi dengan lingkungan sekitar diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi alam dan masyarakat, sekaligus membiasakan perilaku tertib dalam kehidupan sehari-hari.
Rute yang melintasi Kepek, Mbulurejo, hingga Trowono juga memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa. Lingkungan pedesaan yang mereka lalui menjadi bagian dari proses pengenalan wilayah, sehingga pembelajaran tidak hanya berpusat pada materi akademik di dalam kelas.
Siswa Antusias, Pikiran Lebih Segar Setelah Ujian
Antusiasme terlihat dari partisipasi para siswa yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Bagi sebagian siswa, jalan sehat menjadi kesempatan untuk melepas kejenuhan setelah menghadapi ujian sekolah dan kembali menikmati aktivitas bersama teman-teman dalam suasana yang lebih santai.
Nadira dan Melisa, siswa kelas IX SLTP 1 Saptosari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus membantu menyegarkan pikiran setelah menjalani ujian.
“Sangat semangat dan senang karena diadakannya kegiatan ini. Siswa lebih merasa segar setelah melakukan ujian. Harapannya ke depan kegiatan seperti ini bisa terus diadakan agar siswa tidak terlalu merasa jenuh dengan suasana di kelas.” Nadira dan Melisa, Siswa Kelas 9 SLTP 1 Saptosari
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan kegiatan bersama di luar kelas dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun suasana sekolah yang lebih dinamis. Selain mendukung kebugaran, kegiatan semacam ini memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara positif dengan teman sebaya maupun para pendidik.
Harapan para siswa agar kegiatan serupa terus dilaksanakan juga menjadi masukan bagi sekolah dalam mengembangkan aktivitas yang mendukung keseimbangan antara pembelajaran akademik, kesehatan fisik, dan kenyamanan psikologis siswa.
Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Lingkungan Belajar yang Nyaman
Kepala SLTP 1 Saptosari, Emy Indarti, M.Pd., menegaskan bahwa penciptaan lingkungan sekolah yang nyaman merupakan bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran. Menurutnya, seluruh guru dan tenaga pendidik perlu berperan aktif agar siswa merasa aman, nyaman, dan bersemangat selama mengikuti kegiatan pendidikan.
“Saya menegaskan agar ibu guru dan semua pendidik bisa menciptakan suasana di lingkungan sekolah agar anak-anak merasa nyaman dalam pembelajaran. Dengan diadakannya kegiatan jalan sehat ini, anak-anak bisa mendapatkan suasana dan udara yang segar, terlebih karena di lingkungan sekolah baru saja diadakan renovasi beberapa ruang sekolah.” Emy Indarti, M.Pd.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kenyamanan belajar tidak hanya ditentukan oleh kegiatan akademik, tetapi juga oleh suasana lingkungan dan kesempatan bagi siswa untuk menjalani aktivitas yang beragam. Jalan sehat menjadi salah satu bentuk kegiatan pendukung untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih segar di tengah rutinitas sekolah.
Renovasi beberapa ruang sekolah turut menjadi konteks dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman. Dengan memadukan pembenahan fasilitas dan kegiatan yang mendukung kesehatan, sekolah diharapkan mampu menyediakan suasana yang kondusif bagi perkembangan siswa.
Pendidikan Sehat Dimulai dari Kebiasaan Positif
Kegiatan Jumat Sehat SLTP 1 Saptosari berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Jalan sehat sejauh kurang lebih 4 kilometer tersebut tidak hanya menjadi aktivitas olahraga bersama, tetapi juga sarana membangun kedisiplinan, mempererat kebersamaan, serta mengenalkan siswa pada lingkungan sosial dan alam di sekitar sekolah.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa proses pendidikan dapat berlangsung melalui berbagai pengalaman, tidak terbatas pada pembelajaran formal di dalam ruang kelas. Aktivitas luar ruang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kebiasaan hidup sehat, belajar menjaga perilaku di ruang publik, dan membangun hubungan yang positif dengan warga sekolah.
Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan menyenangkan. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, kebiasaan sederhana seperti berjalan sehat dapat memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh, kesegaran pikiran, serta kualitas interaksi sosial di lingkungan pendidikan.

Redaktur: Mawan

