
SLEMAN, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Kesibukan aktivitas merupakan hal biasa bagi siapapun, namun guna menyegarkan (refresh) suasana supaya tidak bosan dengan kegiatan kita sehari-hari perlunya jalan-jalan disebuah tempat untuk menghibur diri, seperti halnya beberapa personil pengurus PKK beserta beberapa warga Padukuhan Mlati Dukuh, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa hari yang lalu mengadakan acara “Jalan-Jalan Malang – Blitar”.
Sebelum mengagendakan perjalanan jauh hari para pengerus PKK warga Padukuhan Mlati Dukuh, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan pertemuan untuk melakukan koordinasi.

Di dalam koordinasi menyepakati untuk healling ke Jawa Timur dengan tujuan utama kota Batu (Selecta, Candi Songgoriti) dan kota Blitar (Istana Gebang, Makam Ir. Sukarno, Candi Penataran).
Karena beberapa pertimbangan rencana perjalanan dan di lokasi awal dua hari dua malam menjadi sehari dua malam.
Jadi ada beberapa tempat yang tidak jadi dikunjungi, namun hal tersebut tidak menjadikan kendala anggota rombongan yang kemudian berangkat dengan satu armada Bus Medium yang berkapasitas 36 orang.

Meski demikian armada tidak berisi penuh karena peserta dibatasi hanya 28 orang ditambah 2 orang crew bus.
Selama perjalanan malam hari yang boleh dibilang jarak yang tidak dekat ini benar-benar dinikmati oleh semua anggota rombongan, terbukti rata-rata mereka menikmati perjalanan.
Sesampainya di Kota Batu rombongan langsung menuju tempat transit untuk bersih-bersih, istirahat sejenak dan melakukan sarapan.
Srebet merupakan nama kampung, dimana rombongan diterima dengan baik oleh tuan rumah yang kebetulan teman kuliah salah satu peserta Pengurus PKK dari Yogyakarta.
Usai sarapan rombongan bergegas menuju parkir bus menuju beberapa tempat yang sudah diagendakan oleh tuan rumah sebelum ke tempat objek wisata, diantaranya tempat oleh-oleh khas Malang, Pasar Tani dan gerai UMKM Kecamatan Batu.
Responden mencermati bahwa ruan rumah memang memilih tempat yang tepat untuk rombongan dari Yogyakarta yang rata-rata Ibu – Ibu dari kalangan ekonomi yang biasa-biasa saja.

Jadi, atas nama rombongan mengucapkan terimakasih kepada sebut saja Pak Aton dan Bu Fitri yang telah memberikan yang terbaik untuk rombongan Kader dan Pengurus PKK dari Mlati Dukuh, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sekilas biodata pemilik rumah yang untuk transit di Srebet, Kota Batu, Malang. Suami atas nama Muhamad Watoni, SENIMAN lulusan ISI Yogyakarta, putra bungsu dari pemilik Hotel Kawi yang pernah mengalami masa kejayaan di tahun 70 an.
Ia merupakan pendiri dan pengelola Galeri RAOS di Batu, tentunya merupakan salah seorang motor penggerak komunitas perupa / Seniman di Batu, Malang pada umumnya.
Istrinya sebut saja Fitri, Ibu beranak 3 dan sudah mempunyai 1 cucu ini aktif diberbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, berbagai komunitas kegiatan sosial dan kesenian. Masih kerabat dekat pemilik pondok pesantren di Krapyak, DIY yang belum lama berpulang.
Singkat cerita meski sudah lepas Magrib, akhirnya rombongan sampai juga ke kota Blitar. Bersyukur beberapa diantaranya yang dengan penuh semangat dari parkiran bus berjalan ke arah makam masih bisa dan diperkenankan masuk ke Makam Presiden 1 Republik Indonesia, Ir. Sukarno. Atas nama rombongan dihaturkan terimakasih kepada Pengurus, aparat dan atau pegawai komplek Makam Bung Karno.

Meski tidak ke Istana Gebang karena sudah tutup, setidaknya tidak sia-sia perjalanan panjang yang sudah ditempuh dan beberapa diantaranya pesimis atau putus asa.
Melalui media ini pimpinan rombongan menyatakan permohonan maaf kepada anggota rombongan yang tentu saja ada perasaan kecewa karena tidak sesuai dengan jadual awal.
Kepada Pak Aton, Jeng Fitri, Ibu dan seluruh keluarga besar di Srebet menyampaikan terima kasih atas semuanya yang luar biasa. Untuk Pak Sopi beserta Kondektur diucapkan terima kasih telah mengantar dan membawa kami pulang dengan selamat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan karunia kesehatan penuh rahmat kepada kita semua, Amin.

Redaktur Mawan








