
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Peristiwa kecelakaan lalu lintas beruntun yang berujung pada jatuhnya satu korban jiwa terjadi di Jalan Semanu–Candirejo, tepatnya di kawasan Tanjakan Pucangsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Selasa (21/7/2026). Peristiwa diduga bermula ketika sebuah kendaraan berat jenis truk dump bermuatan pasir tidak mampu melanjutkan pendakian, sehingga bergerak mundur secara tak terkendali dan menabrak kendaraan yang melintas di belakangnya.
Kecelakaan berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Truk bermuatan pasir dengan nomor polisi AB 8415 LD yang dikemudikan YN, warga Karangrejek, Wonosari, melaju dari arah utara menuju selatan. Saat memasuki tanjakan curam, kendaraan diduga kehilangan tenaga dan bergerak mundur dengan kecepatan yang makin meningkat.
Di jalur belakangnya melaju mobil Honda Brio bernomor polisi AB 1438 NP yang dikemudikan RK asal Sleman, disusul sepeda motor Honda Vario berwarna merah yang dikendarai MR dari Tanjungsari. Di atas motor tersebut turut berboncengan anak berusia 7 tahun beserta ibunya.
Truk yang terus meluncur ke belakang terlebih dahulu menghantam bagian depan mobil Honda Brio, kemudian bergerak terus hingga melindas sepeda motor yang dikendarai MR. Akibat benturan dan tekanan berat yang dialami, pengendara motor tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka-luka yang sangat serius. Sementara kedua penumpang di belakangnya mengalami patah tulang pada bagian kaki dan segera mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke RSUD Wonosari. Jenazah korban juga dibawa ke rumah sakit yang sama untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satu warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi menceritakan terkejut mendengar suara benturan yang sangat keras. “Kami segera bergegas ke jalan dan berusaha memberikan pertolongan, namun pengendara motor sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan tidak dapat diselamatkan,” ungkapnya dengan harapan identitasnya dirahasiakan.
Seluruh kendaraan yang terlibat dalam peristiwa ini telah disita dan diamankan ke Mapolres Gunungkidul sebagai barang bukti. Satuan Lalu Lintas Polres Gunungkidul masih terus melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap fakta dan penyebab pasti kecelakaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikan awal.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan bagi seluruh pengemudi kendaraan berat untuk senantiasa memverifikasi kelayakan teknis mesin, sistem pengereman, dan kapasitas muatan sebelum melintas di jalur dengan kontur menanjak atau menurun yang ekstrem. Pengguna jalan lainnya pun diimbau untuk menjaga jarak aman yang cukup dari kendaraan besar, serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan reaksi saat melewati daerah rawan kecelakaan.








