
Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih, Luazizah, S.H.I., hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) yang diselenggarakan di wilayah Kalurahan Margosari, Selasa (21/7/2026), foto: Myid
KULON PROGO, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Upaya memperkuat fondasi pembentukan karakter generasi penerus melalui pendekatan nilai keagamaan terus digalakkan. Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih, Luazizah, S.H.I., hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Pusat Layanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) yang diselenggarakan di wilayah Kalurahan Margosari, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kader Kesehatan, pengurus PKK Kalurahan Margosari, Kamituwa Margosari Eliyana, Ibu Lurah Margosari Sri Estanti, serta perwakilan dari Puskesmas Pengasih 2, Dewi. Dalam pemaparannya, Luazizah menegaskan urgensi pemahaman mendalam bagi setiap orang tua mengenai hakikat keberadaan anak. Menurutnya, anak memegang kedudukan istimewa sekaligus tanggung jawab besar: ia merupakan amanah mutlak dari Allah SWT sebagaimana tertuang dalam QS. At-Tahrim ayat 6, perhiasan kehidupan dunia, sekaligus modal investasi yang bernilai abadi bagi keselamatan orang tua di akhirat kelak.
Agar pengasuhan berjalan selaras dengan tuntunan agama, ia merangkum Empat Pilar Utama Tarbiyah sebagai landasan praktis bagi keluarga:
1. Tarbiyah Aqidah: Menanamkan fondasi tauhid dan mengenalkan keberadaan serta keesaan Allah SWT sejak masa dini, mengacu pada QS. Luqman ayat 13;
2. Tarbiyah Ibadah: Melatih pembiasaan ibadah seperti wudu dan shalat secara bertahap, dimulai sejak anak memasuki usia tujuh tahun sesuai riwayat HR. Abu Dawud;
3. Tarbiyah Khuluqiyah: Membangun akhlak mulia melalui keteladanan nyata dan perilaku sehari-hari orang tua, sebagaimana diriwayatkan dalam HR. At-Tirmidzi;
4. Tarbiyah Aathifiyah: Mengedepankan pendekatan kasih sayang, kelembutan hati, serta keterbukaan komunikasi emosional, selaras pesan dalam HR. Bukhari dan Muslim.
Selain empat pilar tersebut, Luazizah juga menguraikan pola pengasuhan berjenjang yang bersumber dari keteladanan Ali bin Abi Thalib RA: mengayomi anak dengan penuh kemewahan dan perlindungan bagai “raja” pada usia 0 hingga 7 tahun; menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab bagai “tawanan” pada rentang usia 8 hingga 14 tahun; serta menjalin kedekatan dan kesetaraan layaknya “sahabat” bagi anak yang telah berusia 15 hingga 21 tahun. Seluruh upaya pendidikan ini, tuturnya, hendaknya senantiasa diperkuat dengan kekuatan doa orang tua sebagaimana permohonan dalam QS. Al-Furqan ayat 74.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyambut positif kegiatan edukasi yang berlangsung secara interaktif ini. Ia menilai peran penyuluh agama di tengah masyarakat sangat strategis untuk menjawab tantangan pola asuh masa kini.
“Melalui materi pengasuhan dalam program Pusaka Sakinah ini, KUA Pengasih berkomitmen terus membekali para kader dan orang tua, agar kelak lahir generasi yang kokoh akidahnya, luhur budi pekertinya, serta tumbuh dan berkembang secara sehat dan seimbang,” tegasnya.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur : Mawan








