
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Upaya pembinaan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kapanewon Pengasih terus dilakukan secara komprehensif. Pada Senin (13/04/2026), kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) di Dusun Jombokan menghadirkan konsep unik dengan menggabungkan pendampingan ekonomi dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Acara yang berlangsung hangat dan akrab ini diprakarsai oleh KUA Pengasih, menghadirkan kolaborasi antara Pendamping PKH dan Penyuluh Agama Islam. Pendekatan holistik ini dirancang untuk membentuk keluarga yang tidak hanya tangguh secara finansial, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat.
Pemberdayaan Ekonomi dan Literasi Program
Dalam sesi pertama, Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd., menyampaikan materi yang berfokus pada pentingnya manajemen keuangan keluarga. Beliau memberikan edukasi intensif mengenai budaya menabung dan pengelolaan pendapatan agar lebih terarah dan produktif.
Selain aspek finansial, Emi juga menyosialisasikan perkembangan terkini terkait program bantuan sosial. Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan tetap tepat sasaran, akuntabel, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Penguatan Spiritual sebagai Pondasi Mental
Melengkapi aspek materi, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Munawir, S.Ag., hadir memberikan bekal rohani yang menyentuh hati. Dengan mengutip dalil Al-Qur’an, beliau menekankan bahwa ketenangan hati adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Munawir membagi empat kunci ketenangan jiwa yang disampaikan kepada peserta:
– Penerimaan Takdir: Meyakini bahwa segala sesuatu yang menimpa adalah ketetapan Ilahi, sehingga tidak perlu mengeluh atau menghujat nasib.
– Kekuatan Syukur: Mengajarkan bahwa mengucapkan Alhamdulillah adalah doa terbaik yang dapat mendatangkan tambahan nikmat.
– Standar Kebahagiaan: Mengajak peserta untuk menurunkan ekspektasi dan standar kebahagiaan agar rasa syukur tidak terhambat oleh materi atau jabatan.
– Keseimbangan Sikap: Tetap rendah hati saat berada di atas dan tidak menyalahkan keadaan saat menghadapi kesulitan.
Komitmen Pembinaan Terpadu
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., menyambut baik inovasi kolaborasi lintas sektor ini. Menurutnya, kemandirian ekonomi yang tidak dibarengi dengan kesehatan mental dan spiritual seringkali justru menimbulkan masalah baru.
“Kemandirian ekonomi yang didukung oleh kesehatan mental dan spiritual adalah modal utama bagi warga kita untuk naik kelas. KUA akan terus mendukung pendampingan seperti ini demi mewujudkan keluarga yang sakinah dan mandiri,” ungkap Yusma.
Kegiatan rutin ini diharapkan dapat terus membekali masyarakat dengan kemampuan manajemen keuangan yang baik serta hati yang luas dan ikhlas dalam menjalani kehidupan. (myid)
🌐 Penulis
⚫ Redaktur: Mawan












