
Pengelola Pantai Indrayanti, Suheri, S.IP saat acara Syuting film dokumen Sejarah Wisata Tepus (foto Mawan, Selasa 6 Mei 2025)
GUNUNGKIDUL, WARTA-JOGJA.COM – Kegiatan Forum Diskusi Keselamatan dan Keamanan Destinasi Pariwisata merupakan inisiatif dari Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai upaya memperkuat pondasi keberlanjutan pariwisata nasional.
Acara Forum Diskusi Keselamatan dan Keamanan di Destinasi Pariwisata berlangsung di HeHa Sky View, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (10/5/2025).
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI, Hariyanto, mengatakan munculnya isu terkait keselamatan wisata seringkali muncul lebih dahulu di media sosial. Jadi, Kementerian menyoroti aspek perizinan dan kami mendorong manajemen krisis itu,
“Kami mendorong untuk memperkuat manajemen krisis dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Faktor keselamatan adalah harga mati,” ujar Hariyanto.
Ia juga memaparkan data bencana yang cukup mengkhawatirkan. Dalam periode Februari hingga Maret 2025, tercatat 498 kejadian bencana alam terjadi di Indonesia, didominasi oleh bencana hidrometeorologi, yang turut berdampak pada sektor pariwisata.

Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo, menekankan bahwa keindahan destinasi tidak akan berarti tanpa jaminan keselamatan. Ia menyoroti persoalan pada moda transportasi wisata seperti bus dan kapal, yang kerap luput dari perhatian.
“Selama sebulan terakhir, saya menangani berbagai kasus di destinasi wisata dan moda transportasi pariwisata. Kita perlu perhatian khusus, terutama pada aspek keselamatan yang tak hanya melibatkan sektor pariwisata, tapi juga lintas kementerian seperti Kementerian Tenaga Kerja melalui standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja),” kata Fadjar
Pengelola Pantai Indrayanti, Suheri, S.IP, menghadiri Forum Diskusi Keselamatan dan Keamanan di Destinasi Pariwisata.
Suheri mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong penguatan aspek keselamatan dan keamanan wisatawan di destinasi pariwisata, khususnya di wilayah DIY dan sekitarnya.
Forum ini menghadirkan berbagai narasumber dari kementerian, praktisi, hingga pengelola destinasi untuk mendiskusikan manajemen krisis, pengukuran risiko, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), serta manajemen pengunjung di destinasi wisata.

Dalam forum tersebut, Suheri berkesempatan berdiskusi langsung dengan para narasumber dan peserta lain terkait tantangan serta praktik terbaik dalam pengelolaan keselamatan wisata, khususnya di kawasan pantai.
“Forum ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan koordinasi antar pengelola wisata, terutama dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pengunjung,” ungkap Suheri usai kegiatan.
Kehadiran Suheri di forum ini menjadi wujud komitmen pengelola Pantai Indrayanti dalam mendukung pengembangan pariwisata yang aman dan berkelanjutan, serta memperkuat peran Kalurahan Tepus sebagai wilayah destinasi unggulan di Gunungkidul.













