
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Dalam upaya menyatukan jurnalis (wartawan) se-Kabupaten Gunungkidul untuk membangun Gunungkidul Raya, Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul dari fraksi PDIP Agus Joko Kriswanto bersama tokoh berpengaruh di Gunungkidul Gidion Suprapto, Sulistiyono, menggelar silaturahmi dan temu kangen di kediaman Gidion Suprapto, Randukuning, Kalurahan Selang, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa malam (03/06/2025).
Suasan syahdu dengan alunan musik bergenre pop rock menyelimuti kebersamaan dalam ajang temu kangen tersebut.
Politikus dari fraksi PDIP, Agus Joko Kriswanto mengatakan, eksekutif, legislatif dan jurnalis diharapkan bisa bersinergi menyamakan persepsi serta visi misi Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul yang baru bersama membangun Gunungkidul Raya.
“Tujuan pertemuan malam hari ini selain untuk silaturahmi, temu kangen juga ingin mengajak teman teman media untuk ikut membantu pemikiran, ide ide atau gagasan serta suport dalam penyelenggaraan Pemerintahan Gunungkidul,” papar Agus yang kerap dipanggil Goplo.
Kesempurnaan bisa tercipta kalau ada dukungan maksimal dari semua pihak, termasuk wartawan. Tujuan kita untuk maju pembangunannya bisa menambah dan memperbaiki dalam Pemerintahan yang akan datang.
Agus selaku wakil rakyat dari legislatif dan eksekutif bersama media mengajak bisa bersinergi dengan baik, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Bupati Gunungkidul,
“Beliau ingin semua elemen berada di posisi masing masing, baik itu ASN, Media, APH, LSM maupun anggota Dewan,” ucapnya, Selasa 03/05/2025).
Ia berharap, dengan pemerintahan yang baru ini, untuk bersama sama saling mendukung, agar Pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan lebih maju dibandingkan dengan sebelumnya.
“Kita maju bersama tanpa harus saling menjelekan satu dengan lainya, karena tidak ada pemerintahan yang sempurna. Pasti ada kekurangan dan kelebihannya,” terang Agus.
Ia menekankan dengan kebersamaan ini kita mulai dengan menempatkan diri sesuai porsi dan profesi masing masing, apabila ada masalah dalam pemerintahan, jangan buru buru menjustice atau menghakimi sepihak, tapi perlu duduk bersama, klarifikasi agar mendapatkan solusi yang baik harap Agus.
“Mari kita ciptakan komunikasi yang baik antara media dengan pemerintah yang baru ini. Kita akan selalu membuka pintu jika harus berdiskusi dan mencari solusi yang terbaik, dan kedepannya bersama -saaa membangun Gunungkidul Raya ” imbuhnya.
Setalah anggota dewan Agus Goplo menyampaikan pidatonya, tokoh berpengaruh di Gunungkidul Sulistyo menjelaskan, dirinya membangun kedekatan dengan teman-teman wartawan di Gunungkidul sudah sejak lama maka dengan momentum ajang silaturahmi ini bisa lebih kita tingkatkan kemitraan, apalagi tahun ini Pemerintah Kabupaten sudah berganti pimpinannya.

“Kedekatan saya bersama rekan-rekan jurnalis sudah berjalan lama dan masih langeng sampai sekarang. Yang paling penting mari kita lebih meningkatkan persaudaraan, silaturahmi, bersama-sama membangun Gunungkidul Raya” jelas Sulistyo.
Sementara itu selaku tuan rumah, Bapak Gidion Suprapto, selain mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan rekan wartawan, beliau juga berharap, kita memiliki visi dan misi serta semangat yang sama untuk membangun Gunungkidul yang lebih baik.
“Kami bukan tembok, kami tidak pernah menghalangi atau menutup diri dengan rekan rekan wartawan, justru kami adalah pintu yang terbuka buat media,” tegasnya.
Ia mempertegas bahwa wartawan adalah sebagai kontrol bagi Pemerintah. Kami tetap membutuhkan peran serta media dalam membangun komunikasi positif dan ada sinergi yang baik.
“Sangat mustahil dan bohong bila jalannya pemerintahan akan berjalan mulus tanpa dukungan dan suport dari masyarakatnya, terutama peran jurnalis (wartawan) secara nasional bahkan internasional merupakan kontrol cek and balance, bahkan punya peran penting sebagai pengakses informasi dari masyarakat kepada pemerintah demikian sebaliknya, ” paparnya.
Di dalam acara sharing session para tamu undangan (wartawan se-Kabupaten Gunungkidul) diberikan waktu untuk menyampaikan aspirasi (penguneg-uneg) sebagai wujud keterbukaan dalam menjalin kemitraan.
Satu persatu jurnalis menyampaikan pendapatnya dimulai dari Supadi, Sumadi dan Sumawan.
Mereka menyampaikan hasil monitoring di lapangan dari sarana prasarana infrastruktur, dan bentuk kemitraan, membangun komunikasi yang baik secara proaktif.
Perwakilan dari Asosiasi Banyu Biru setelah melakukan rapat internal melalui perwakilan Mawan menyampaikan, Bahwa Asosiasi Banyu Biru menilai wartawan di Gunungkidul mengalami dilema dikerenakan pihak Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak fair alias tidak adil atau pilih kasih, membeda bedakan antara media satu dengan yang lain.
“Bukti realnya Dinas Kominfo Kabupaten Gunungkidul pilih kasih, ada anak tiri dan anak mas, yang jelas membeda-bedakan. Apa yang saya sampaikan apa adanya pak, ada buktinya,” ungkap Mawan.
Dikatakan lebih lanjut, bahwa asosiasi Banyu Biru besama dengan asosiasi yang lain berkeinginan bisa mempersatukan kami dengan membuat Media Center.
“Media Center bila bisa didirikan akan menjadi ruang bagi kita akan lebih guyup rukun serta mempermudah untuk bisa berkomunikasi dan punya peran sebagai mitra yang baik kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” terang Mawan.
Setelah beberapa media menyampaikan aspirasi, tokoh berpengaruh Gidion Suprapto menyambung memberikan tanggapannya.
“Sehabis pertemuan ini kita akan melakukan komunikasi dengan Dinas Kominfo mengenai dilema itu tadi dan akan mengakses pembuatan Media Center di Gunungkidul. Ide ini bagus, baru kali ini kami mendengarnya hal ini bisa menjadi tempat pemersatu media di Kabupaten Gunungkidul,” tutupnya.

Redaktur Mawan











