
Sebelah kanan CEO sekaligus founder Surya Group, Muhammad Suryo (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Presiden Prabowo Subianto baru meresmikan Jembatan Kabanaran, yang sebelumnya dikenal dengan nama Jembatan Pandansimo, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jembatan ini dikenal sebagai salah satu jembatan terpanjang yang menggunakan Sistem Struktur Corrugated Steel Plate (CSP) dengan timbunan ringan dari semen mortar sepanjang 675 meter. Sebelumnya, jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Pandansimo.
Ditemui awak media usai acara, CEO sekaligus founder Surya Group, Muhammad Suryo, menjelaskan jembatan tersebur dibangun melalui kolaborasi konsorsium antara Surya Group bersama Adikarya. Dalam pembangunannya, pihaknya memanfaatkan peran kontraktor lokal.
“Kontraktor lokal memang sangat berpengaruh karena dari sisi material dan sumber daya manusia, mereka lebih menguasai wilayah. SDM lokal tentu lebih mengenal karakteristik daerah dibanding kontraktor dari luar Jogja,” ujarnya.
Suryo juga menyebut keamanan jembatan ini sudah diperhitungkan matang-matang dikarenakan dibangun sesuai standar Kementerian PUPR.
“Jembatan ini sudah didesain sesuai standar Kementerian PUPR, pastinya aman digunakan masyarakat dan bisa bertahan untuk jangka panjang,” jelasnya.
Berdasarkan data PU, Jembatan Kabanaran memiliki panjang 675 meter dengan lebar 24 meter, dan total penanganan jalan mencapai 2.300 meter. Proyek ini menelan biaya Rp 863,72 miliar dan dilaksanakan dalam kurun waktu 579 hari, mulai November 2023 hingga Juni 2025, dengan menyerap 4.578 tenaga kerja.
Kelebihan Jembatan Kabanaran, menurut Suryo, adalah penggunaan semen mortar besar ringan, yang lebih ringan dibandingkan beton biasa, dan diproduksi oleh perusahaan anak Surya Group sendiri.
“Mortar besar ringan ini membuat konstruksi lebih efisien dan tetap kokoh,” bebernya.
Masih berdasarkan data PU disebutkan juga manfaat jembatan yakni diantaranya meningkatkan konektivitas jalur Jalan Lintas Selatan DIY, memangkas waktu tempuh hingga kurang lebih 20 menit, mendorong pengembangan sektor pertanian, logistik, dan pariwisata.
Serta menurunkan biaya operasional kendaraan hingga 13,11 persen atau setara Rp 1,4 triliun. Nilai ekonomi wilayah pun meningkat, dengan produksi komoditas naik 18,6 persen atau setara Rp 7,7 miliar per tahun.
Pada kesempatan tersebut, Suryo berharap setelah peresmian jembatan, agar pemerintah pusat terus memperhatikan kontraktor lokal dan tidak meremehkan tenaga mereka.
“Ya harapan saya memang pemerintah pusat memperhatikan kontraktor-kontraktor lokal supaya perekonomian itu berjalan. Tidak selalu bahwa kontrak lokal itu tidak bisa mengerjakan barang-barang besar,” ucapnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








