
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Sebagai bentuk Keprihatinan seringnya terjadi kecelakaan di sepanjang jalan Baran – Wonosari yang terjadi di seputar Kerdonmiri, bahkan kecelakaan hingga menelan banyak korban jiwa, terakhir terjadi sekitar bulan lalu, tiga orang meninggal bersamaan akibat ditabrak truk molen, pasca kejadian itu warga masyarakat empat (4) Padukuhan menggelar do’a bersama lintas agama ruwat bumi di Balai Padukuhan Kerdonmiri Lor, Kalurahan Karangwuni, Rongkop, Gunungkidul, pada hari Minggu (30/11/ 2025) malam.
Do’a bersama atau istighosah dalam rangka ruwat bumi ini diadakan diadakan oleh warga masyarakat empat (4) Padukuhan diantaranya Padukuhan Kerdonmiri lor, Karangwuni, Kerdonmiri Kidul, Semugih, Baran Kulon dan Baran Wetan, karena ada rasa keprihatinan maraknya terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan Baran – Wonosari.
Hadir dalam acara do’a bersama malam ini antara lain, Panewu Kapanewon Rongkop, Edi Sedono, S.I.P, M.M bersama Danramil, Kapllsek, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul dari Fraksi PKB, Suwignyo, pendeta dari Gereja Kristen Jawa, Pimpinan Gereja Katolik, para Dukuh, RT, RW, Karang Taruna dan tokoh masyarakat serta warga dari ke empat Padukuhan.
Do’a di pimpin oleh Bapak Agus Suroso dan tausiah disampaikan oleh K.H. Drs.Sugeng Wibawa. Sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia, Agus Sutoko, bahwa acara do’a bersama lintas agama ini diadakan dalam rangka ruwat bumi Dusun/Padukuhan Kerdonmiri. Kegiatan ini diadakan atas rasa prihatin dari warga empat Padukuhan yaitu Kerdonmiri lor, Kerdonmiri Kidul, Baran Kulon dan Baran Wetan karena seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan Baran – Wonosari, terutama di wilayah Kerdonmiri. Bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.Dengan diadakanya do’a bersama ini harapan kami semoga tidak ada lagi kecelakaan lalu lintas di wilayah ini.
Sementara itu, Panewu Kapanewon Rongkop, Edi Sedono, S.I.P, M.M, dalam sambutanya mengatakan, “Kami ikut senang dengan diadakanya do’a bersama lintas agama ini menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama disini dalam keadaan yang baik, terang Panewu. Ruwat Bumi atas rasa prihatin seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah ini, semoga setelah do’a bersama ini tidak akan terjadi lagi,” harap panewu.
Sepanjang jalur Baran – Wonosari, terutama dari Kerdon sampai Bedoyo, itu sebenarnya bagus, kondisi baik, tapi banyak tikungan tajam dan tanjakan,
“Kalau malam kondisi gelap karena banyak lampu – lampu penerangan jalan yang mati, jelas Panewu. Untuk ini, kami dari Kapanewon sudah melaporkan kepada pihak dinas perhubungan dan dinas terkait untuk memperbaki dan menyalakan lampu – lampu jalan yang mati,” jelas Panewu Edi Sedono.
Sedangkan isi ceramah atau tausiah Ustadz Sugemg Wibawa dari Girisubo pada intinya, memgajak warga masyarakat dari empat Padukuhan, untuk banyak melakukan sedekah dan melaksanakan sholat tolak balak,
“Sholat sunat ini bisa dilakukan kapan saja, minimal 2 rokaat,” terangnya.
Peristiwa-peristiwa sial (halangan) di jalan raya merupakan balak dari Tuhan Yang Maha Esa, baik yang bersifat ringan maupun berat. Pasrah kepada Allah Tuhan yang maha kuasa tidak berpikir yang macam- macam.Kita malam ini:mari berdo’a memohon agar kecelakaan – kecelakaan di sepanjang jalur ini, bahkan disemua tempat jalur Baran – Wonosari bahkan Girisubo, tidak terjadi lagi.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












