
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, merespons cepat keberadaan street coffee di kawasan Jembatan Kewek, meski akses jembatan tersebut telah ditutup oleh Pemerintah Kota Yogyakarta karena kondisi konstruksi yang dinilai kritis dan akan dibangun ulang oleh Kementerian PUPR.
Hasto menegaskan bahwa aktivitas jualan kopi di atas jembatan tersebut tidak diperbolehkan dan akan segera ditertibkan oleh Satpol PP. Ia mengaku telah memerintahkan penertiban sejak pagi hari 24 Desember 2025.
“Ya tadi pagi saya sudah telepon Satpol PP supaya malam ini ditertibkan. Itu ada tenda-tenda, tak hitung ada tiga, ada tiga tenda kafe. Malam ini saya tertibkan,” ujarnya kepada wartawan di Balai Kota, Rabu 24 Desember 2025.
Ia menyebutkan, sebagai bentuk penegasan, Satpol PP bahkan akan berjaga di lokasi untuk mencegah aktivitas serupa kembali muncul.
“Jadi tak ganti tenda, Satpol PP malam ini,” ucapnya sambil bercanda.
Terkait klaim adanya izin dari warga sekitar, Hasto menegaskan hal tersebut tidak bisa dijadikan dasar pembenaran. Ia mengaku telah menemui langsung warga maupun pedagang kopi yang berjualan di lokasi itu.
“Ya itu enggak bisa. Tapi tadi pagi ini saya sudah temuin warganya dan saya sudah ketemu yang jual kopi,” tegasnya.
Menurut Hasto, aktivitas tersebut harus dihentikan karena sebelumnya lokasi tersebut bukan tempat usaha, melainkan badan jalan jembatan. Ia menilai keberadaan tenda justru berpotensi membahayakan, terlebih jembatan akan segera dibangun ulang.
“Kan sebelumnya enggak ada, wong itu baru sehari. Sebelumnya di situ bukan kopi tapi kan jalan. Ya enggak bisa wong itu buat naro material-material, ya nanti ditimbun material baru,” jelasnya.
Lanjut Hasto memastikan apabila ke depan masih ditemukan aktivitas serupa, Pemkot akan langsung membubarkannya.
“Ya enggak bisa. Coba nanti malam sama besok pagi mudah-mudahan kopi Satpol PP sudah ada di situ,” katanya.
Ia juga menepis anggapan bahwa penertiban ini mematikan mata pencaharian warga lokal. Menurutnya, para pedagang tersebut memang tidak berjualan di lokasi itu sebelumnya.
“Enggak matikan pencaharian mereka. Lah wong dia biasanya enggak di situ kok,” ucap Hasto.
Meski demikian, Hasto menegaskan penertiban dilakukan secara humanis tanpa kekerasan.
“Dilarang aja, kalau nggak dipindah ya nggak usah digebuki,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Jembatan Kewek saat ini telah ditutup total oleh Pemkot Yogyakarta karena kondisi struktur yang dinilai kritis dan akan menjalani pembangunan ulang oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang rencananya pada bulan April 2026.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








