
(foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi mengalami lonjakan wisatawan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta memproyeksikan jumlah penumpang Commuter Line di Wilayah 6 mencapai sekitar 545 ribu orang, atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu.
Corporate Secretary KAI, Karina Amanda, mengatakan lonjakan penumpang tersebut terjadi pada periode 25 hingga 28 Desember 2025. Untuk mengantisipasi kepadatan, KAI menambah tiga perjalanan Commuter Line Yogyakarta.
“Disitu kita proyeksikan memang sampai tanggal 28 Desember. Oleh karenanya dimulai tanggal 25 sampai 28 kita menambahkan 3 KA untuk Commuter Line Yogyakarta,” ujar Karina, Jumat (26/12/2025).
Karina menjelaskan, meskipun terjadi lonjakan, kapasitas angkut kereta masih mencukupi. Total kapasitas angkut Commuter Line di Wilayah 6 mencapai sekitar 800 ribu penumpang.
“Kalau secara proyeksi kita di angka kurang lebihnya 545 ribu ya. Kalau kita bandingkan dengan kapasitas, ini masih lebih dari cukup karena kapasitas kita masih di angka 800 ribu,” katanya.
Sementara itu, Area VI Yogyakarta Manager, Adli Hakim Nasution, menegaskan bahwa penambahan perjalanan tidak mengubah jadwal keberangkatan terakhir dari Stasiun Yogyakarta.
“Untuk jadwal paling akhir tidak berubah. Jadwal terakhir keberangkatan dari Stasiun Yogyakarta masih sama, yaitu setiap hari pukul 22.35,” jelas Adli.
Menurut Adli, penambahan kereta dilakukan pada jam-jam dengan jarak antar kereta yang sebelumnya masih terlalu panjang, sehingga headway menjadi lebih rapat dan kepadatan bisa terurai.
“Kita tambah di jam-jam yang selama ini jarak antar keretanya masih terlalu lama. Jadi kita masukan disitu,” katanya.
Kendati begitu, Adli mengimbau masyarakat agar tidak terpaku pada jadwal reguler yang selama ini banyak beredar di media sosial, melainkan memanfaatkan jadwal kereta tambahan yang justru lebih lengang.
Ia juga meminta dukungan berbagai pihak untuk membantu sosialisasi jadwal tambahan tersebut kepada masyarakat.
“Sekarang kalau menghindari kepadatan justru manfaatkan jadwal-jadwal kereta tambahan. Biasanya masyarakat terpaku pada jadwal reguler yang sudah banyak beredar di media. Padahal jadwal tambahan ini bisa dibilang lebih lega,” pintanya.
Terkait antisipasi gangguan teknis atau kereta mogok, Adli memastikan seluruh sarana telah melalui pemeriksaan ketat sebelum masa Nataru.
“Sebelum Natal dan Tahun Baru kemarin, bersama KAI dan Kementerian Perhubungan kita sudah melakukan rampcheck. Alhamdulillah seluruh sarana yang beroperasi di wilayah Daop 6 ini sudah layak dan lulus uji,” terang Adli.
Selain itu, KAI juga telah melakukan perawatan intensif terhadap rangkaian kereta.
“Tahun ini ada 9 train set yang sudah menjalani perawatan overhaul. Tinggal satu lagi yang memang jatuh temponya tahun depan,” jelas Adli.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, KAI menyiagakan posko troubleshooting dan teknisi di sejumlah titik strategis.
“Ada petugas posko teknisi di Solo, Klaten, dan Stasiun Yogyakarta. Selain itu, di atas kereta juga ada teknisi kereta api untuk antisipasi,” imbuhnya.
Direktur Keuangan KAI, Nugroho Dwi Sasongko, menyebut kenaikan jumlah penumpang tahun ini memang sudah diprediksi sejak awal. Dimana menurut Nugroho, proyeksinya naik 5 persen, dari 521 ribu ke 545 ribu.
Karena itu, Nugroho menegaskan bahwa lonjakan wisatawan ke Yogyakarta tidak menjadi persoalan dari sisi kapasitas angkutan.
“Secara kapasitas masih cukup karena kapasitas produksi kita 794 ribu. Jadi meskipun naik 5 persen, masih ada ruang. Mudah-mudahan semuanya lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, penambahan tiga perjalanan kereta juga diharapkan mampu mengurai kepadatan selama puncak libur Nataru.
“Dengan ditambah 3 perjalanan, headway makin rapat, sehingga kepadatannya bisa terurai,” pungkas Nugroho.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








