
Mahasiswa KKN Kelompok 35 PGRI Yogyakarta bersama anggota Karang Taruna Balong Tengah memasang cermin cembung di titik jalan rawan kecelakaan, Pedukuhan Balong Tengah, Samigaluh, Kulon Progo, 24 Februari 2026 (foto tim KKN Kelompok 35)
WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 41 Kelompok 35 Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) sukses melaksanakan dua program unggulan, yaitu pemasangan lampu jalan dan cermin cembung di Dusun Balong Tengah, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua program tersebut dilaksanakan selama 35 hari masa pengabdian KKN sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Sebanyak 4 unit cermin cembung dan 12 unit lampu jalan kini terpasang di lokasi-lokasi strategis di Dusun Balong Tengah. Keberhasilan program ini didukung oleh kerja sama antara mahasiswa KKN dan Karang Taruna setempat. Proker ini lebih dari sekadar kegiatan akademis tetapi sebuah gerakan yang berasal dari, oleh, dan untuk masyarakat.
Kondisi geografis di Padukuhan Balong Tengah memang cukup menantang. Banyak jalan desa yang mempunyai tikungan tajam dan jarak pandang terbatas serta minimnya penerangan di lokasi-lokasi penting seperti persimpangan dan jalur utama yang digunakan warga sehari-hari. Hal ini seringkali memaksa pengendara sepeda motor, yang merupakan sarana transportasi utama bagi penduduk, untuk melewati area dengan visibilitas rendah, terutama setelah malam tiba.

Saat pelaksanaan observasi di lapangan, para mahasiswa KKN Kelompok 35 segera mencatat sejumlah lokasi jalan yang dianggap berisiko tinggi terjadi kecelakaan. Tikungan-tikungan yang sulit terlihat tanpa alat bantu pandang, ditambah dengan pencahayaan yang kurang, menciptakan situasi yang sangat berisiko. Data dan temuan dari observasi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk merancang program kerja yang sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Program kerja ini tidak hanya berasal dari asumsi mahasiswa saja. Saat mahasiswa KKN kelompok 35 menyampaikan program kerja, mereka juga mengadakan sesi diskusi dengan warga setempat. Kebutuhan akan penerangan jalan menjadi salah satu suara yang paling keras dan terus menerus didengar oleh masyarakat. Kondisi jalan yang gelap dan penuh liku tidak hanya membuat warga merasa tidak nyaman, tetapi juga telah menyebabkan beberapa insiden hampir kecelakaan, sehingga membuat masyarakat merasa resah.

Foto bersama mahasiswa KKN Kelompok 35 PGRI Yogyakarta dan Karang Taruna Balong Tengah usai kegiatan pemasangan cermin cembung dan lampu jalan di Dusun Balong Tengah, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta.
“Kalau di sini lebih butuh penerangan jalan, jadi lebih diutamakan proker kaca cembung dan penerangan jalan.” Ujar salah satu anggota Karang Taruna Balong Tengah, Sabtu (24/1/2026)
Merespons aspirasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 35 langsung melakukan perbaikan pada matriks program kerja dan konsultasi dengan DPL. Pemasangan lampu jalan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari program kerja utama. Keputusan pengambilan proker ini menunjukkan prinsip yang selalu dipegang oleh tim KKN, yaitu program pengabdian masyarakat yang baik harus berasal dari kebutuhan masyarakat sebenarnya bukan hanya untuk mencapai target akademik saja.
Salah satu kekuatan terbesar dari program ini adalah kolaborasi aktif antara mahasiswa KKN Kelompok 35 dengan Karang Taruna Dusun Balong Tengah. Para pemuda desa tidak sekadar menjadi penonton namun mereka terlibat langsung di setiap tahapan. Mulai dari survei bersama untuk menentukan titik pemasangan yang paling strategis, pengumpulan dan penyediaan alat serta bahan, hingga proses pemasangan fisik di lapangan, semua dilakukan dalam semangat gotong royong yang kental.
Keterlibatan Karang Taruna bukan hanya membantu dalam hal teknis saja. Partisipasi mereka memastikan bahwa setiap keputusan mulai dari pemilihan lokasi hingga jenis alat yang digunakan sesuai dengan pengetahuan dan kebutuhan lokal yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang setiap hari tinggal di dusun tersebut. Kerja sama ini membuat program tersebut tidak hanya terasa seperti kegiatan mahasiswa biasa, tetapi menjadi semacam gerakan bersama yang bertujuan untuk kemajuan desa.
Antusiasme anggota Karang Taruna pun tampak nyata di lapangan. Mereka saling bergotong royong mengangkat tiang, memasang kabel, hingga memastikan setiap cermin cembung terpasang pada sudut yang paling efektif untuk membantu pandangan pengendara. Semangat kolaborasi ini yang membuat pelaksanaan program berjalan lancar dan selesai sesuai target.

Cermin cembung bekerja dengan cara yang sederhana tapi efektif, yaitu memantulkan gambar jalan dari arah yang berlawanan. Dengan demikian, pengemudi yang ingin berbelok bisa melihat apakah ada kendaraan lain yang datang dari arah yang bertentangan. Dengan dipasangnya cermin di area tikungan yang paling berbahaya, risiko terjadi kecelakaan karena blind spot bagian jalan yang tidak bisa dilihat langsung oleh pengemudi bisa dikurangi secara signifikan.
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pemasangan 12 unit lampu jalan dilakukan pada 7 dan 8 Februari 2026 di ruas jalan desa, persimpangan, dan jalur aktivitas warga. Selanjutnya, 4 unit cermin cembung dipasang pada 24 Februari 2026 di titik-titik tikungan dengan jarak pandang paling terbatas dan rawan kecelakaan.
Dua belas buah penerangan jalan yang kini telah terpasang di Pedukuhan Balong Tengah diharapkan membawa perubahan signifikan. Tujuan utamanya bukan hanya menjamin keselamatan pengguna jalan, melainkan cahaya yang memadai juga turut berperan dalam menumbuhkan rasa tenteram warga secara umum. Proyek penempatan lampu penerangan dan cermin cembung ini digagas dengan target yang jelas dan terukur. Sasaran langsung dari upaya ini adalah agar para pengguna kendaraan dapat saling terlihat dengan lebih baik pada area berbelok dan pertemuan jalan, guna menekan potensi insiden kecelakaan, sekaligus menyajikan penerangan yang lebih baik dan rasa aman saat hari mulai gelap. Akan tetapi, di samping aspek teknis tersebut, terdapat cita-cita yang lebih besar, yaitu meningkatkan pemahaman kolektif warga akan arti krusialnya keselamatan dalam berkendara.
Program ini dirancang untuk semua kalangan masyarakat di sekitar lokasi KKN, mulai dari pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas setiap hari, para pejalan kaki, hingga warga yang rutin beraktivitas di sekitar persimpangan dan jalan desa. Dengan menargetkan banyak orang, diharapkan dampak dari program ini bisa dirasakan langsung oleh hampir semua warga Dusun Balong Tengah.
“Kami melihat langsung bagaimana kondisi jalan di sini cukup berbahaya, terutama di tikungan dan saat malam hari. Dengan pemasangan cermin cembung dan lampu jalan ini, kami berharap warga bisa merasa lebih aman dan kecelakaan bisa dicegah. Program ini juga jadi milik bersama karena dikerjakan bersama Karang Taruna.” Ucap perwakilan kelompok 35 Universitas PGRI Yogyakarta.
Dengan selesainya pemasangan cermin cembung dan penerangan jalan, program kerja kelompok 35 UPY di Pedukuhan Balong tengah resmi tuntas. Perawatan dan pemeliharaan fasilitas selanjutnya diserahkan kepada masyarakat dan perangkat dusun setempat.
🌐 Penulis: Anggita Aulia & Tim KKN Kelompok 35 Universitas UPY








