
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Menyambut perayaan besar keagamaan Idul Adha tahun 1447 Hijriah, Tahun 2026, Kepolisian Resor Kabupaten Gunungkidul mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diambil guna memastikan pelaksanaan takbir keliling dan seluruh rangkaian kegiatan perayaan berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, damai, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan ketertiban umum.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, SH., S.I.K., menyampaikan pesan pentingnya menjaga etika dan norma dalam pelaksanaan tradisi takbir keliling. Menurutnya, kegiatan yang menjadi sarana syiar agama ini harus dilaksanakan dengan cara yang santun, tidak mengganggu kenyamanan maupun keselamatan pengguna jalan lain, serta jauh dari hal-hal yang berpotensi memicu keributan. Secara tegas, ia mengimbau masyarakat untuk menghindari segala tindakan yang bersifat provokatif, konvoi kendaraan yang berlebihan dan tidak tertib, maupun penggunaan sistem pengeras suara dengan volume yang berlebihan hingga mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.
Tertib Berlalu Lintas Sebagai Kewajiban
Dalam rangka menjamin keamanan di jalan raya selama kegiatan berlangsung, pihak kepolisian menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku. Masyarakat yang melakukan pergerakan atau konvoi diharapkan senantiasa mematuhi rambu-rambu dan tata tertib di jalan, tidak melakukan pelanggaran berbahaya seperti melawan arus lalu lintas, serta tidak berboncengan melebihi jumlah ketentuan yang diizinkan. Selain itu, kelengkapan dokumen kendaraan bermotor juga diingatkan agar selalu dibawa dan terurus dengan baik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Keselamatan Menjadi Prioritas Utama
Faktor keselamatan diri dan orang lain juga menjadi sorotan utama dalam imbauan ini. Kapolres mengingatkan agar setiap warga yang beraktivitas di jalan raya wajib menggunakan alat pelindung diri, khususnya helm bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, kelayakan kendaraan yang digunakan harus dipastikan dalam kondisi prima dan laik jalan, sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan aman dan nyaman tanpa risiko kerusakan yang membahayakan. Keselamatan, tegasnya, adalah tanggung jawab bersama yang harus diutamakan di atas segalanya.
Hindari Hal yang Memicu Gangguan Keamanan
Untuk menjaga kondusivitas wilayah, masyarakat diminta menjauhi penggunaan petasan, kembang api, maupun segala jenis bahan atau benda yang mudah meledak dan berisiko menimbulkan cedera atau ketakutan bagi warga lain. Demikian pula halnya dengan peredaran dan konsumsi minuman beralkohol atau zat adiktif lainnya sangat dilarang keras, mengingat hal tersebut merupakan pemicu utama terjadinya gangguan keamanan, ketertiban, dan tindakan kriminalitas di tengah masyarakat.
Kembalikan Esensi Nilai Religius
Lebih dalam lagi, pelaksanaan takbir keliling diharapkan tetap berpegang pada hakikat dan makna aslinya sebagai ajang syiar Islam dan sarana mempererat tali persaudaraan serta silaturahmi antarwarga. Kegiatan ini tidak sepatutnya dijadikan sebagai ajang pemborosan, pamer, atau kegiatan bersenang-senang yang melenceng dari nilai ibadah. “Takbir keliling harus menjadi momen penguatan iman, bukan ajang hura-hura yang melupakan tujuan ibadah,” ujar AKBP Damus Asa, Selasa (26/5/2026).
Selain itu, para peserta maupun panitia kegiatan diharapkan sepenuhnya mematuhi rute perjalanan serta batasan waktu yang telah ditetapkan oleh panitia maupun pihak berwenang. Penyimpangan dari jalur yang telah disepakati berpotensi menimbulkan kerumunan baru atau mengganggu aktivitas warga di wilayah yang tidak direncanakan.
Layanan Siaga 24 Jam
Pihak kepolisian juga mengingatkan kembali ketersediaan layanan darurat melalui nomor telepon 110 yang beroperasi selama 24 jam. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan segala bentuk gangguan keamanan, tindak pidana, maupun hal-hal yang mencurigakan yang ditemui di lingkungan sekitar ke nomor tersebut. Layanan ini disiapkan agar kepolisian dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
“Mari kita laksanakan takbir keliling dengan tertib, aman, dan penuh makna yang mendalam, sebagai wujud rasa syukur dan ketaatan kita kepada Allah SWT,” pungkas Kapolres Gunungkidul, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban demi kelancaran perayaan Idul Adha 1447 Hijriah.








