WARTA-JOGJA.COM, KULON PROGO, DIY – Kolaborasi lintas sektoral demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus digencarkan. Pada Selasa (15/04/26), sinergi antara Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih dan Program Keluarga Harapan (PKH) diwujudkan melalui aksi nyata bertajuk SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya, Agamis, Inklusif).
Kegiatan pendampingan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini dilangsungkan dengan suasana hangat di kediaman salah satu warga Karangtengah Kidul RT 10, Margosari, Pengasih. Program ini bertujuan membekali warga tidak hanya dari sisi ketahanan ekonomi dan kesehatan, tetapi juga penguatan spiritual.
Dalam sesi bimbingan rohani, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadan. Ia menjelaskan bahwa makna sejati dari bulan Syawal adalah “peningkatan.”
“Syawal bukan sekadar perayaan kemenangan, melainkan titik awal bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri. Jika di bulan Ramadan kita bisa disiplin beribadah, maka di bulan-bulan berikutnya kita harus lebih giat dalam beramal sholeh dan menebar kebaikan kepada sesama,” ujar Luazizah di hadapan para anggota KPM.
Selaras dengan penguatan spiritual, pendamping PKH, Patmisiwi Untari, S.Pd., memberikan edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ia mengingatkan bahwa kesehatan keluarga adalah modal utama dalam meraih kesejahteraan.
“Mencegah penyakit jauh lebih baik daripada mengobati. Langkah paling sederhana dimulai dari diri sendiri dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah dan pola hidup sehat. Jika badan sehat, kita bisa beraktivitas dan mencari nafkah dengan maksimal,” tutur Siwi.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H.,S.H.I, M.S.Imemberikan apresiasi tinggi atas keberlangsungan program kolaborasi ini. Beliau menegaskan bahwa peran KUA kini lebih inklusif dan menyentuh langsung persoalan sosial di masyarakat.
“Program SIKAP BAIK ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa Keluarga Penerima Manfaat tidak hanya didampingi secara ekonomi, tapi juga memiliki mentalitas yang kuat dan spiritualitas yang mapan. Sinergi dengan PKH ini membuktikan bahwa urusan agama dan kesejahteraan sosial adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan demi menciptakan keluarga yang sakinah dan berdaya,” ungkap Yusma Alam Rangga.(myid)
🌐 Penulis
🔶 Redaktur: Mawan





