
WARTA-JOGJA.COM, BANTUL, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus memperkuat peran dan komitmennya dalam pembinaan masyarakat melalui unggulan program Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah). Pada Senin (25/05/2026), kegiatan pembinaan dilaksanakan di Aula Kalurahan Margosari dengan mengusung tema mewujudkan keluarga sakinah yang tidak hanya kokoh secara iman, tetapi juga peduli dan ramah terhadap kelestarian lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bekal dan edukasi bagi masyarakat menjelang datangnya Hari Raya Idul Adha.
Acara dihadiri langsung oleh Kamituwa Kalurahan Margosari, Eliyana, perwakilan dari Puskesmas II Pengasih, Dewi, serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan para kader ibu-ibu yang tampak sangat antusias mengikuti setiap rangkaian materi yang disampaikan.
Sebagai narasumber utama, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., memberikan pendampingan mendalam mengenai amalan-amalan istimewa di awal bulan Dzulhijjah. Secara khusus, ia menguraikan tata cara, keutamaan, serta besarnya pahala yang menanti bagi umat Muslim yang melaksanakan Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Luazizah menjelaskan bahwa kedua ibadah puasa sunah tersebut merupakan momentum emas yang disediakan Allah SWT bagi hamba-Nya untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah lalu, serta sarana meningkatkan derajat ketakwaan menuju pribadi yang lebih baik.
Pembinaan tidak berhenti pada aspek ritual ibadah semata, namun juga menyentuh persoalan aktual. Luazizah mengupas tuntas fikih kurban yang dikaitkan secara kontekstual dengan isu pelestarian lingkungan hidup di masa kini, khususnya terkait cara pengelolaan dan pembagian daging kurban yang higienis, beretika, dan tidak merusak alam.
“Bulan Dzulhijjah ini penuh dengan keberkahan, salah satunya melalui wasilah Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah yang pahalanya sangat luar biasa, di mana keduanya dijanjikan dapat menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu maupun yang akan datang. Di sisi lain, ketaatan kita dalam beribadah kurban juga harus selaras dengan kewajiban kita menjaga bumi tempat kita tinggal. Oleh karena itu, kami mengedukasi masyarakat agar nanti saat pembagian daging kurban, kita tinggalkan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Kita kembali ke kearifan lokal dengan menggunakan besek, daun pisang, atau sarangan yang dibuat dari anyaman daun kelapa yang ramah lingkungan,” ujar Luazizah saat menyampaikan materi.
Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor yang baik. Perwakilan Puskesmas II Pengasih dan unsur PLKB turut menyisipkan pesan-pesan penting terkait kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pemenuhan gizi bagi ibu hamil, upaya pencegahan stunting, serta pola asuh anak yang sehat dan tepat.
Sementara itu, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., yang dihubungi secara terpisah, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan Pusaka Sakinah yang bersifat integratif ini. Beliau menegaskan visi bahwa keluarga sakinah sejati harus mampu menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat, termasuk dalam hal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.
“Program Pusaka Sakinah ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wadah strategis untuk menyentuh akar rumput dan membangun kesadaran masyarakat. Kami sangat mendukung materi yang menggabungkan edukasi keutamaan ibadah Dzulhijjah sekaligus fikih kurban yang ramah lingkungan seperti ini. Harapannya, para kader ibu-ibu yang hadir hari ini dapat menjadi motor penggerak dan teladan di wilayahnya masing-masing. Sehingga, pelaksanaan Idul Adha di Margosari nanti tidak hanya membawa berkah secara spiritual, tetapi juga menjadikan lingkungan kita tetap bersih, asri, dan sehat,” ungkap Rangga.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar, interaktif, dan penuh semangat, serta diakhiri dengan penyampaian informasi tambahan terkait pelayanan kesehatan dari pihak Puskesmas II Pengasih. (myid)
🔶 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan








