
KULON PROGO, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Pertemuan rutin kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) yang berkolaborasi dengan program Pusaka Sakinah dan Sikap Baik kembali digelar di Dusun Keradenan, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (15/6/26) pukul 09.00 WIB ini bertempat di kediaman Ibu Martiyah, RT 026, dan dihadiri oleh para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setempat.
Pertemuan kali ini mengusung dua misi besar sekaligus: membangun ketahanan ekonomi keluarga serta memperkokoh pemahaman spiritual keagamaan masyarakat.
Pendamping PKH Kecamatan Pengasih, Eny Puri Rahayu, dalam sesi Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) menekankan pentingnya target jangka panjang dari kepesertaan PKH, yaitu mencapai kemandirian ekonomi hingga mampu melakukan graduasi mandiri.
“Pemerintah terus mendorong transisi ini agar KPM tidak selamanya bergantung pada bantuan. Kami fasilitasi mereka dengan berbagai pelatihan kewirausahaan, akses bantuan modal usaha, serta literasi keuangan yang matang agar usaha yang dirintis bisa berkelanjutan,” ujar Eny.
Tak hanya bekal duniawi, para peserta juga mendapatkan siraman rohani dan edukasi keagamaan dari Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos. Dalam kesempatan tersebut, beliau membedah secara mendalam syariat tentang tata cara bersuci (thaharah) sebelum mendirikan salat, merujuk pada Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah Ayat 6 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”
Muhammad Musodiqin mengingatkan bahwa kesempurnaan ibadah salat sangat ditentukan oleh keabsahan wudhu. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai rukun dan tata cara bersuci wajib dikuasai oleh setiap muslim demi menjaga kualitas ibadah sehari-hari.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kolaborasi lintas sektor antara Pendamping PKH dan Penyuluh Agama Islam ini. Menurutnya, program Pusaka Sakinah memang dirancang untuk menciptakan ketahanan keluarga yang utuh.
“Keluarga yang sakinah itu harus kokoh di semua lini. Tidak hanya tangguh secara ekonomi melalui program pemberdayaan dan kewirausahaan PKH, tetapi juga harus kuat fondasi spiritualnya. Edukasi fiqih ibadah praktis seperti tata cara bersuci ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk memastikan ketenteraman batin di dalam rumah tangga. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut di wilayah lain,” tegas Rangga.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan interaktif. Para ibu KPM tampak antusias berdialog, baik saat membahas strategi mengelola keuangan usaha maupun saat sesi tanya jawab mengenai praktik berwudhu yang benar sesuai syariat.(myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan








