
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul Periode 2024–2029 Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan 4, Sigit Subarno, S.A.P., menggelar kegiatan reses di Padukuhan Ngande‑ande, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Minggu (12/7/2026) malam. Kegiatan ini menjadi wadah penyerapan langsung keluhan dan harapan masyarakat setempat.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri Kepala Dusun Ngande‑ande Suyanto, Lurah Purwodadi Sagiyanto, S.I.P., serta perwakilan warga dari seluruh wilayah Padukuhan Ngande‑ande.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah aspirasi utama yang disampaikan warga antara lain:
– Gangguan pasokan air bersih dari jaringan PDAM yang belum lancar;
– Kekurangan jaringan pipa dan saluran air di wilayah tersebut;
– Perlunya perbaikan infrastruktur jalan lingkungan penghubung antar‑padukuhan;
– Permasalahan kera ekor panjang yang berkeliaran dan mengganggu lahan pertanian.

Sigit Subarno yang juga anggota Komisi A Bidang Pemerintahan menyambut baik segala masukan warga.
“Saya sudah sering bersilaturahmi dan menyatu dengan masyarakat di sini, maupun warga empat Kapanewon di Dapil IV yaitu Girisubo, Rongkop, Semanu, dan Tepus,” ujarnya.
Ia menjelaskan, reses merupakan momen resmi wakil rakyat untuk turun langsung bersilaturahmi dan menjaring aspirasi. Seluruh masukan akan dicatat dan diusulkan ke dalam pembahasan kebijakan daerah. Namun, Sigit menegaskan realisasi usulan nantinya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran serta kebijakan refokusing dan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
Lebih lanjut, Sigit menguraikan tiga fungsi utama DPRD: fungsi legislasi atau pembentukan peraturan daerah, fungsi penganggaran, serta fungsi pengawasan.
Ia berkomitmen terus bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan seluruh jajaran kapanewon untuk mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Menyikapi permasalahan kera ekor panjang, Sigit mengajak masyarakat mencari jalan tengah yang harmonis agar manusia dan satwa dapat hidup berdampingan tanpa merugikan pihak petani. Terkait musim kemarau yang mulai melanda, ia juga mengimbau warga berhati‑hati saat membakar sampah atau daun kering, baik di ladang maupun lingkungan rumah, guna mencegah risiko kebakaran yang meluas.








