WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Komunitas Cinta Damai memperkuat hubungan kebersamaan sekaligus kepedulian sosial melalui kegiatan wedangan bersama di kediaman salah satu anggotanya, Santy, di Padukuhan Jetis, Karangmojo, Gunungkidul, Selasa (29/9/2026). Pertemuan yang berlangsung di tengah suasana rasulan atau bersih dusun tersebut juga menjadi momentum untuk membahas rencana kegiatan bakti sosial berikutnya di wilayah Tanjungsari.
Selain menjadi ajang mempererat silaturahmi antaranggota, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk kembali meneguhkan komitmen Komunitas Cinta Damai dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat. Komunitas tersebut menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial sebagai bagian penting dari keberadaannya.
Ketua Komunitas Cinta Damai mengatakan keberadaan komunitas maupun organisasi masyarakat (ormas) yang memiliki kepedulian terhadap Gunungkidul sangat dibutuhkan. Menurutnya, komunitas dan organisasi sosial tidak hanya dapat berperan sebagai kontrol sosial, tetapi juga memiliki ruang penting dalam membantu masyarakat melalui kegiatan sosial kemanusiaan.
Dalam pemaparannya sebelum acara wedangan dimulai, Ketua Komunitas Cinta Damai menegaskan bahwa setiap anggota hendaknya memiliki kesadaran penuh dalam mengemban amanah komunitas.
“Setiap anggotanya hendaklah memiliki kesadaran penuh dalam mengemban amanah komunitas yaitu mencintai kedamaian dalam berkegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar lingkungan kita,” tegasnya.
Bakti Sosial Dipusatkan di Tanjungsari
Dalam pertemuan tersebut, Uty juga menyampaikan rencana pelaksanaan kegiatan bakti sosial mendatang yang akan dialokasikan di wilayah Tanjungsari. Rencana tersebut disusun berdasarkan permintaan koordinator wilayah dengan sejumlah titik yang telah menjadi target penerima bantuan.
Dari beberapa calon penerima bantuan, perhatian utama akan diarahkan kepada dua keluarga yang memiliki kondisi sosial tertentu. Keduanya merupakan keluarga dengan ibu yang berstatus janda lanjut usia dan masing-masing memiliki putra penyandang disabilitas.
Uty menjelaskan, pembahasan mengenai teknis dan persiapan kegiatan tersebut masih akan dimatangkan dalam pertemuan anggota berikutnya.
“Untuk mematangkan persiapan kegiatan tersebut akan kita tindak lanjuti pembahasannya pada acara kopdar Minggu 11 Oktober 2026 mendatang,” ungkap Uty.
Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda sosial Komunitas Cinta Damai yang selama ini mengandalkan kebersamaan dan partisipasi anggota dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan.
Mengandalkan Iuran Bersama
Sementara itu, Putu Seno mengimbau seluruh anggota Komunitas Cinta Damai agar dapat memaksimalkan persiapan menghadapi kegiatan bakti sosial mendatang.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan sosial selama ini sangat bergantung pada hasil iuran bersama para anggota. Karena itu, anggota yang berada di luar wilayah Gunungkidul diharapkan tetap memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Karena kita menyadari bahwa selama ini semua kegiatan bakti sosial bergantung pada hasil iuran bersama, untuk itu bagi anggota yang berada di luar daerah Gunungkidul kiranya tetap suport kegiatan bakti sosial nanti,” tegas Putu Seno.
Menurutnya, dukungan seluruh anggota menjadi bagian penting agar kegiatan sosial yang telah direncanakan dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara maksimal.
Wedangan Menjadi Ruang Mempererat Kebersamaan
Suasana keakraban terlihat dalam pertemuan anggota Komunitas Cinta Damai tersebut. Di sela canda dan tawa, para anggota tetap menyisipkan pembahasan mengenai kepedulian terhadap masyarakat serta agenda sosial yang akan dilaksanakan.
Pertemuan sederhana melalui wedangan bersama itu tidak hanya menjadi sarana berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan komunikasi dan kebersamaan antaranggota. Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan sosial dapat dibangun melalui hubungan yang erat dan kesadaran bersama.
Komunitas Cinta Damai berupaya menjadikan kebersamaan sebagai bagian dari nilai yang diterapkan dalam aktivitasnya. Kepedulian terhadap masyarakat, lingkungan sosial, serta semangat menjaga perdamaian menjadi landasan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan komunitas tersebut, khususnya di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Dengan rencana bakti sosial di Tanjungsari yang akan dibahas lebih lanjut dalam kopdar pada 11 Oktober 2026, Komunitas Cinta Damai kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga semangat kebersamaan sekaligus menghadirkan kepedulian sosial secara nyata di tengah masyarakat.
Penulis: Pani yo
Redaktur: Mawan

