WARTA-JOGJA.COM || BANTUL, DIY – Penyuluh Agama Islam KUA Sewon, Ustadz Rustam Nawawi, mengajak para orang tua memperkuat pendidikan keluarga melalui kasih sayang, keteladanan, dan penanaman nilai-nilai agama untuk membentuk generasi berkarakter. Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Rutin Ahad Pahing keluarga besar SDN Gandok, Ahad (1/11/2026).
Mengusung tema “Mendidik dengan Cinta”, kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna bersama. Dalam tausiyahnya, Rustam yang juga pimpinan Majelis Taklim Al-Wazri Jokerten menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis sebagai madrasah pertama dalam menanamkan keimanan dan membentuk kepribadian anak.
Menurut Rustam, mendidik dengan cinta bukan berarti membebaskan anak tanpa batas. Kasih sayang perlu diwujudkan melalui perhatian, komunikasi yang hangat, keteladanan, pembiasaan ibadah, serta pendampingan sesuai tahap perkembangan anak. Rumah hendaknya menjadi ruang pendidikan yang menumbuhkan nilai-nilai Al-Qur’an dan akhlak mulia.
Melalui pendekatan dakwah edukatif yang interaktif dan simulasi, Rustam mengajak jamaah menyadari bahwa pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan masyarakat. Sinergi tersebut penting untuk menyiapkan generasi yang cerdas, beriman, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.
Kepala SDN Gandok, Yuni Astuti, M.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah menghadirkan Rustam, pendakwah Yogyakarta sekaligus Penyuluh Agama Islam KUA Sewon, untuk memberikan mauizah hasanah dalam pengajian rutin tersebut. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang penguatan pendidikan karakter sekaligus mempererat kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Senada dengan itu, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Gandok, Muhammad Khabib, berharap semangat mendidik dengan cinta dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Melalui kegiatan ini, Rustam terus menguatkan pesan bahwa membangun peradaban harus dimulai dari keluarga yang kuat. Pedidikan yang berlandaskan iman, ilmu, kasih sayang, dan akhlak mulia menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi berkualitas bagi masa depan bangsa. Mendidik Keluarga, Membangun Peradaban. (Rustam)

Redaktur: Mawan

