
Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menggelar kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan pada Kamis (13/08/26) di Madin Nurul Fadhilah, Kedungsogo, Kedungsari. Acara yang dipimpin oleh Muhammad Nur Charir (foto Myid)
WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menggelar kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan pada Kamis (13/08/26) di Madin Nurul Fadhilah, Kedungsogo, Kedungsari. Acara yang dipimpin oleh Muhammad Nur Charir ini dihadiri oleh jajaran Forkopimkap Pengasih, tokoh masyarakat Anastasia Win Hartati, Lurah Kedungsari, serta jajaran Pamong Kedungsari.
Kegiatan diawali dengan khidmat melalui pembacaan surat Al-Fatihah secara bersama-sama. Panewu Pengasih, Drs. Sunarya, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. “Kita memang berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Mari terus bersinergi menjaga keutuhan bangsa, karena perbedaan bukanlah suatu masalah melainkan kekayaan kita bersama,” tegas Sunarya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, menyampaikan tiga poin utama dalam amanatnya: Pertama; Rasa Syukur: Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memanjatkan syukur atas nikmat kemerdekaan dan kedamaian. Kedua; Menjaga Persatuan: Mengimbau warga agar tidak terpecah belah oleh pihak-pihak yang berniat merusak kerukunan dari belakang.
Ketiga; Waspada Provokasi: Mengingatkan masyarakat agar tidak mudah diadu domba dan bijak dalam menyaring informasi. “Ingat perjuangan para pahlawan dan jangan mudah terprovokasi oleh berita hoax. Generasi muda yang unggul harus mampu mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif,” ujarnya.
Puncak acara diisi dengan zikir dan doa kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Kyai Abdullah, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Dholam, bersama jajaran ASN KUA Pengasih. Seluruh hadirin mengikuti prosesi doa dengan khusyuk untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa.(myid)
Penulis
Redaktur; Mawan








