
WARTA-JOGJA.COM || KULON PROGO, DIY – Sinergi antara KUA Pengasih dan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam mengedukasi masyarakat terus berlanjut. Melalui program Pusaka Sakinah dan SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif), Penyuluh Agama Islam Muhammad Musodiqin, S.Sos, bersama Pendamping PKH Octavina Dhita Damastuti, S.Pd, menggelar pembinaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di RT 015 RW 008, Kembang, Margosari, Pengasih, pada Kamis (13/08/26) pukul 11.00 WIB.
Dalam pertemuan kelompok tersebut, Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti, S.Pd, memberikan peringatan keras mengenai maraknya bahaya judi online (judol) yang dapat merusak kesejahteraan keluarga penerima bantuan.
“Penyalahgunaan dana bantuan sosial untuk judi online memiliki konsekuensi yang sangat berat, mulai dari pencabutan status kepesertaan KPM hingga penangguhan bansos oleh Kementerian Sosial. Dana bantuan yang seharusnya dialokasikan untuk pemenuhan gizi anak dan biaya pendidikan jangan sampai habis terbuang untuk judi online yang justru menghancurkan ekonomi keluarga,” tegas Octavina.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos, melengkapi pembinaan dengan memberikan wawasan keagamaan dan kebangsaan berbasis Al-Qur’an, khususnya firman Allah SWT dalam QS. Ali ‘Imran ayat 103: Wa’tasimu bihablillahi jami’an wala tafarraqu (Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai).
Ia menegaskan pesan-pesan kunci dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bermasyarakat yakni Satu; Merawat Keutuhan Bangsa: Memperkuat rasa kebersamaan serta menjaga nilai-nilai Islam yang rukun dan damai di Indonesia. Kedua; Menjaga Ikatan Persaudaraan: Mengutamakan persatuan dan melarang keras perselisihan atau permusuhan yang hanya akan melemahkan keutuhan umat. Ketiga; Kewajiban Menjaga NKRI: Menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi utama dalam mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, menyampaikan apresiasi dan pesan penegasan atas materi strategis yang disampaikan dalam kegiatan ini. “Edukasi mengenai bahaya judi online dan penguatan persatuan ini sangat krusial. Judi online tidak hanya merusak tatanan ekonomi, tetapi juga meruntuhkan keharmonisan rumah tangga. KUA Pengasih berkomitmen untuk terus membentengi masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan sosial agar dana bantuan pemerintah benar-benar berdampak positif bagi kesejahteraan keluarga dan keutuhan NKRI,” ujar Rangga.(myid)
Penulis
Redaktur: Mawan








