
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – SMPN 1 Pathuk Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini belum menerima bantuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal program percobaan. Sekolah yang berada di wilayah perbatasan antara Wonosari Kota dan Jogja ini masih menunggu kepastian pelaksanaan MBG dari pihak SPPG Beji. Karena pada sekolah tersebut telah melakukan MOU bersama SPPG Beji itu.
Plh Kepala SMPN 1 Pathuk Gunungkidul, Munsoji menjelaskan bahwa meski proses survei dan pengumpulan data siswa telah selesai, pelaksanaan MBG belum bisa berjalan.
“Kami sudah ditanya-tanya soal jumlah siswa, jam pengiriman, bahkan draft MOU sudah kami terima. Tapi sampai sekarang mereka belum memberi tahu kapan akan mulai,” ujarnya saat ditemui saat jam istirahat, Kamis 27 November 2025.
Ia menyampaikan pembangunan SPPG memang sedang berlangsung di beberapa lokasi, termasuk Pathuk, Ndugo, Beji, dan Nglegi. Dari lokasi tersebut, yang sudah siap sepenuhnya adalah SPPG Ndugo, sementara Beji hampir selesai dengan hanya menunggu survei akhir sebelum mulai beroperasi.
“Kami berencana ikut program MBG dari SPPG Beji karena di sana ada chef profesional yang menangani dapur. Ini penting supaya makanan benar-benar aman dan bergizi,” katanya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya keamanan makanan, mengingat beberapa waktu lalu guru-guru di sekolah ini sempat mengalami keracunan akibat catering biasa.
“Dua minggu lalu hampir semua guru keracunan, ada yang sampai masuk ICU. Bayangkan kalau itu terjadi pada anak-anak,” beber Munsoji.
Ia menambahkan, penerima manfaat MBG disini memiliki sekitar 458 siswa ini, sehingga ia berharap program MBG bisa dimulai setelah masa ujian dan liburan sekolah berakhir, kemungkinan besar pada awal tahun 2026.
“Terakhir kami menerima komunikasi via WhatsApp dengan SPPG Beji sekitar seminggu lalu. Mereka sudah menjelaskan sistem keamanan makanan mereka, termasuk aturan agar makanan tidak dikonsumsi lebih dari enam jam setelah dimasak,” pungkasnya.
Dengan kesiapan Beji yang hampir rampung ini, Munsoji juga berharap segera mendapatkan kepastian jadwal operasional sehingga siswa bisa mulai menerima MBG yang dijanjikan.
“Kami optimistis dengan SPPG Beji, karena mereka memiliki chef profesional dan standar keamanan yang jelas. Semoga MBG segera berjalan, sehingga anak-anak bisa mendapatkan makanan bergizi tanpa risiko,” pungkas Munsoji.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












