
Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Di tengah kondisi Padang Pariaman yang masih dilanda bencana banjir dan longsor, rombongan DPRD Padang Pariaman tetap melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pemkab Sleman pada Selasa (2/12/2025).
Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Afredison, menegaskan bahwa kunjungan tersebut tidak dapat dibatalkan karena telah terjadwal sejak lama dan sudah disepakati melalui Badan Musyawarah (Bamus).
“Terima kasih kepada Pemkab Sleman yang menerima kami dalam rangka kunjungan kami Komisi IV dan Komisi I. Pasca-bencana, di sana kita sudah turun semuanya, sudah memberi bantuan dan semuanya. Karena ini sudah terjadwal. Sudah terjadwal dari awal, karena ini kan dibamuskan,” ujarnya kepada wartawan usai audiensi itu.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengirim surat pengajuan kunjungan sejak akhir November. Hal itu membuat DPRD merasa tidak enak jika tiba-tiba membatalkan kunjungan meskipun daerah mereka sedang dilanda bencana.
“Sudah berkirim surat ke Pemkab Sleman sejak akhir bulan lalu. Nggak enak juga, kita sudah masuk surat, nggak jadi kan nggak enak juga,” jelas Afredison .
Menurut Afredison, kunjungan ini juga memiliki tujuan penting, yakni meminta masukan dari Pemkab Sleman terkait pendataan bantuan sosial (bansos), penanganan PPPK, hingga penanganan kebencanaan.
“Anggota DPRD Padang Pariaman meminta masukan soal pendataan bansos, penanganan PPPK, hingga soal bencana,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak semua anggota berangkat dalam kunker ini karena sebagian masih berada di Padang Pariaman untuk menangani situasi bencana.
“Tidak semua anggota dua komisi ini berangkat ke Sleman. Jadi ada yang berangkat, ada yang tinggal di sana. Kita bagi-bagi. Dari Komisi 3 ada dua orang,” ungkapnya.
Kondisi Terkini Padang Pariaman
Lanjut Afredison menjelaskan kondisi terkini wilayahnya yang masih terdampak banjir dan longsor.
“Kondisi pasca banjir masih sedang penanganan. Yang terdampak 3 atau 4 kecamatan. Sekarang sudah penanganan. Dari BPBD sudah turun, dari pemerintah sudah turun, dari pusat pun sudah turun semuanya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa beberapa fasilitas umum rusak akibat bencana.
“Dampak lain yang terjadi seperti jembatan putus hingga rumah sakit yang sempat terendam banjir,” imbuhnya.
Meski demikian, Afredison memastikan bahwa kondisi kesehatan para pengungsi relatif stabil.
“Sekarang sudah oleh Dinkes turun semuanya. Memang ada yang sakit karena sudah 3 – 4 hari rumahnya terendam banjir. Kalau kesehatan masih normal tapi yang putus jembatan,” ujarnya.
Untuk akses logistik, menurutnya, pemerintah daerah setempat disebut telah mengoptimalkan seluruh upaya penyaluran. Meski ada akses yang terputus, ia pastikan seluruh bantuan logistik telah diterima para pengungsi.
“Sekarang dimaksimalkan oleh Pemda semuanya di lokasi pengungsian. Mudah-mudahan tidak ada kendalanya,” ucapnya.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa kondisi pascabencana tidak hanya dialami Padang Pariaman, melainkan juga beberapa provinsi lain di Sumatera.
“Kami masih dalam berduka, tiga provinsi di Sumatera sekarang pasca bencana,” tuturnya.
Rombongan DPRD Padang Pariaman dijadwalkan berada di Sleman hingga Sabtu.
“Dinasnya sampai hari Sabtu. Pengajuan kunjungan ke Sleman ini sekitar satu bulanan, bulan November,” kata Afredison.
Sementara itu, terkait data korban, Afredison menyampaikan bahwa BPBD masih melakukan pendataan.
“BPBD masih mencatat,” ujarnya singkat.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








