
Wakil Ketua DPRD DIY, Umaruddin Masdar (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Wakil Ketua DPRD DIY, Umaruddin Masdar, mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun.
Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor, yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Menurut Umaruddin, DIY juga memiliki beberapa titik rawan yang perlu menjadi perhatian.
“Yang pertama tentu kita mengikuti apa yang menjadi himbauan BMKG bahwa kemungkinan di beberapa tempat, termasuk Jogja, akhir tahun ini ada peningkatan cuaca yang ekstrem. Jadi kita berharap semua pihak, baik BPBD dan semua yang terkait dengan bencana, siap siaga. Masyarakat juga harus meningkatkan kewaspadaan dan siap-siaga agar ketika ada bencana semua bisa teratasi dengan baik dan potensi bencana bisa kita minimalkan,” ujar Umaruddin Masdar kepada wartawan di DPRD DIY, Selasa (2/12/2025).
Umaruddin menegaskan, kesiapsiagaan dari seluruh pihak, mulai dari BPBD, lembaga terkait, hingga masyarakat, menjadi kunci dalam menghadapi bencana.
“Kita berharap tidak ada bencana. Tetapi ketika ada bencana, kita mengharapkan semua sudah siap menghadapinya dan siap menanganinya. Saya kira masyarakat sudah cukup siap sebab sering ada pelatihan untuk bagaimana menangani bencana, dan itu modal kita bersama ke depan ketika ada bencana,” jelasnya.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, kesiapan tersebut sangat penting untuk meminimalkan dampak kerusakan maupun korban jiwa.
“Kita berharap semua pihak terkait siap siaga. Masyarakat juga punya kewaspadaan dan kesiapsiagaan agar ketika ada bencana semua bisa teratasi dengan baik,” ucapnya.
Selain itu, Ummarudin juga menyampaikan belasungkawa kepada daerah yang tengah dilanda musibah banjir dan tanah longsor, seperti di Sumatera, yang jumlah korban mencapai ratusan.
“Korbannya saya lihat sudah sangat banyak, ratusan, hampir enam ratus di Sumatera. Itu cukup serius,” ujarnya.
Menanggapi isu dugaan salah urus pengelolaan lingkungan yang memicu bencana, Umaruddin menegaskan hal itu masih perlu diteliti lebih lanjut. Namun jika benar terjadi, pemerintah harus menata ulang kebijakan pengelolaan hutan dan lingkungan agar tidak kembali menimbulkan dampak besar.
“Jika bencana banjir dan tanah longsor karena adanya pengelolaan hutan yang tidak baik, maka berarti kita memang perlu menata ulang kebijakan terkait pengelolaan hutan. Hal ini harus dilakukan agar ke depan tidak berdampak separah itu kepada masyarakat,” tegasnya.
Terkait antisipasi bencana di DIY, Umaruddin menekankan bahwa DPRD DIY bersama eksekutif telah memastikan ketersediaan dana darurat untuk penanganan bencana.
“Anggaran tersebut telah disiapkan dan sejauh ini belum terpakai, sehingga masih dapat segera digunakan apabila terjadi bencana. Kami sudah memastikan dengan eksekutif bahwa Jogja insya Allah siap siaga. Anggaran darurat juga sudah disiapkan dan sampai sekarang belum digunakan. Jadi dari sisi anggaran kita siap,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








