
GUNUNGKIDUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Halal Bihalal Trah merupakan salah satu Tradisi yang selama ini masih dipertahankan oleh keluarga yang memiliki garis keturunan sama sebagai ajang silahturahmi.
Acara yang diselenggarakan keluarga besar perantau Trah Pawiro Sukaryo ini mengambil tema “ Nyawiji Greget Murih Ngrembakaning Trah Anggayuh Luhuring Budi” yang dihadiri keluarga besar trah datang dari berbagai kota di Jawa, bertempat disalah satu rumah tabon di Padukuhan Teguhan Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, KabupatenGunungkidul, Selasa (1/4/2025).
Sesepuh Trah, Maryoto mengungkapkan kepada media, sebagai bentuk eksistensi trah kita mengadakan halal bihalal,
“Halal bihalal ini dilakukan bersama untuk saling memaafkan diantara sesama anggota trah hadiri kurang lebih 200 orang baik yang berada diperantaoan maupun di tabon berkumpul Kembali menjalin silahturahmi bersama bertepatan dibulan syawal, disamping syawalan yang kita lakukan pada tiap tahun bertujuan untuk membangun mempertahankan dan menjaga trah atau garis keturunan keluarga agar tidak terputus,” ungkapnya.

Dijelaskan lebih lanjut ia mengapresiasi dan bersyukur atas pelaksanaan Halal bihalal trah di tahun ini 2025 berjalan sesuai harapan bersama,
“Mudah-mudahan komunikasi yang kita bangun dan saling silahturahmi antar anggota keluarga satu trah tetap terjaga dengan baik dimanapun mereka berada baik yang di Jawa maupun di kota-kota luar jawa,” jelasnya.
Menurutnya, dengan berkumpulnya anggota trah mengingatkan kembali kenangan bersama dengan penuh persaudaraan menjadikan kesemangatan untuk bersama muncul kembali.
“Dengan demikian harapkan kedepan karena sudah menjadi kometmen bersama trah Pawiro Sukaryo harus kita bangun bersama menjadi sebuah trah yang mapan dinamis dan mengedepankan pembinaan aklak sehingga menjadikan trah yang berbudi luhur,” ujarnya.
Secara terinci juga menyampaikan apresiasinya dengan perkembangan Trah yang selama ini menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan,
“Keberhasilan disini misalnya ada dibeberapa yang berhasil menduduki jabatan starategis dilingkungan pemerintahan maupun swasta.” pungkasnya.
Penulis : Mas Ginowe
REDAKTUR MAWAN






