
BANTUL, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Keluarga besar keturunan Simbah Kiai Sastro Wasito Gelar Halal Bihalal pertama kalinya, diikuti semua keturunannya dari Jogja dan Klaten penuh kesederhanaan dan kebahagiaan bertempat di Masahan, Trirenggo, Bantul, Kabupaten Bantul.
Menurut pemandu acara MC (Master of Ceremony) Fenni Nursulistyarini, S. Si, menjelaskan bahwa, “kegiatan di awali ziarah ke makam terlebih dahulu, kemudian ikrar syawal perwakilan dari yang muda kepada orang tua kesepuhan, dilanjutkan hikmah syawal bersama narasumber pendakwah dan akademisi, Ustadz Rustam Nawawi Pelaco, S.Pd.I., M.Pd dan kemudian diakhir do’a,” jelasnya pada Redaksi, Senin (31/4/2025).
Fenni menambahkan, ” Alhamdulillah, disambut antusias karena ini agar menjadi tali silaturahmi dan merekatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, sela-sela acara melakukan musyawarah pemilihan ketua, alhasil terpilih Bapaka Fardatun secara aklamasi”, imbuhnya.
Penyuluh Agama Kemenag Kabupaten Bantul juga pengasuh Bimbel Nurus Jokerten Gang Kyai Jokerti No. 20 Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul Ustadz, Rustam Nawawi, S.Pd.I memberikan tausiyah dalam kegiatan halal bihalal di dalam keluarga besar trah Kiai Sastro Wasito.
Tausyiah yang disampaikan Ustadz, Rustam Nawawi, S.Pd.I memiliki hikmah yang sangat luar biasa, diantaranya;
Pertema, Spirit Ramadhan mengajarkan pentingnya membangun karakter kasih inner beauty, sebuah kecantikan yang berasal dari dalam hati dan jiwa (rohani), berupa kebaikan hati, akhlak, dan kepribadian baik kepada sesama terlebih keluarga, sikap saling memaafkan, merekatkan jalilan tali persaudaraan dan sosial kemasyarakatan.
Kedua, Spirit beribadah Ramadhan dapat meningkatkan spiritualitas manusia dengan Tuhan-Nya. Bulan Ramadhan penuh berkah, menjalani ibadah puasa dan berbagai amalan produktif agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah. Seperti: kepedulian sosial, menahan rasa lapar, dahaga, hawa nafsunya, beribadah doa, zikir, mudarasah Qur’an, ibadah shalat dan lainnya.
Sementara Ibu tuan rumah Warsiti, menyampaikan sekilas perjalanan hidup mbah Kiai Sastro Wasito itu sebagai sosok agamis, beliau merupakan guru ngaji di rumah tabon Masahan kemudian mewakafkan sebidang tanah untuk dibangun masjid, secara administratif ikrar wakaf dengan KUA Bantul Kota oleh cucunya bernama Ismanto yang merupakan suami Warsiti. Tersebut.

REDAKTUR MAWAN







