
YOGYAKARTA, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Untuk pertama kalinya, warga Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta menggelar Pasar Ramadan dan dibuka langsung oleh Pemkot Yogyakarta.
Meski berada di dalam gang, kebersihan tetap terjaga. Para pedagang yang merupakan UMKM warga sekitar bersama-sama menjaga kebersihan Pasar Ramadan.
Ketua Kampung, Rizqi Amalina mengatakan Pasar Ramadan ini merupakan gagasan dari Kampung Preneur wadah bagi pelaku UMKM di Warungboto. Kemudian ada sekitar 60 pelaku usaha yang menjajakan produk UMKM-nya di Pasar Ramadhan Warungboto yang dibuka sejak 2 sampai 21 Maret 2025.

“Mulanya ada 130 pelaku UMKM tapi kami kurasi jadi 60. Meski begitu, pada intinya kami pengin membantu pelaku UMKM di Warungboto untuk bisa tampil berani bahwa produknya tidak kalah dengan produk UMKM yang lain,” kata Rizqi Amalina saat ditemui dilokasi, pada Rabu 5 Maret 2025.
Rizqi menyebut sejak dua hari kemarin, perputaran uangnya sudah Rp 15 juta untuk total penjualan seluruh stan.
“Kita juga harus mengevaluasi kira-kira ini sebenarnya pasar Ramadan ini worth it enggak. Dan alhamdulillah ternyata penjualannya bagus, hasilnya juga lumayan,” ujarnya.
Selain menyuguhkan makanan dan minuman dari UMKM, Pasar Ramadan ini juga menghadirkan kegiatan lainnya, yaitu Lomba Mewarnai Gabah dan Warungboto Got Talent.
Baca juga : Gubernur DIY Sambut Wapres Gibran Berkunjung ke Jogja Hadiri Retret dan Tinjau Tol Banyuraden
https://warta-jogja.com/2025/02/26/gubernur-diy-sambut-wapres-gibran-berkunjung-ke-jogja-hadiri-retret-dan-tinjau-tol-banyuraden/
“Jadi, kami berharap tahun-tahun ke depannya nanti bisa terus kami lakukan. Ayo warga disini harus berani maju, biar warga sekitar juga tahu kalau ada UMKM bagus di Warungboto,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menyebut gelaran pasar ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo mengikuti pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

“Kami memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pasar Ramadan Warungboto. Ini menjadi salah satu bukti,” ucap Hasto.
Dalam hal itu, Presiden menekankan pentingnya ketahanan pangan mandiri. Serta mengarahkan para menteri hingga pejabat daerah untuk meminimalisir impor pangan.
“Kita harus mandiri, ojo titik-titik impor (red: jangan sedikit-sedikit impor). Makanya, barang-barang yang dijajakan, harapan saya kalau bisa 90 persen tidak impor,” kata Hasto.
Hasto menilai, dengan membeli produk lokal akan menguntungkan orang-orang lokal sehingga masyarakat menengah ke bawah dapat terus hidup dan tumbuh. Sehingga ke depan, kata dia, pasar ramadan dapat hadir di banyak wilayah agar masyarakat lokal mendapatkan keuntungan ekonomi.
“Ini bisa menjadi kegiatan tahunan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan para pelaku usaha. Tentu saja kegiatan ini dapat ditunggu-tunggu,” ujar Hasto.
Red : Olivia Rianjani
Redaktur : Mawan












