
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD (foto Olivia Rianjani Reporter warta-jogja.com Kamis 4 September 2025)
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD angkat bicara terkait serangkaian aksi perusakan terhadap sejumlah pos polisi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis 4 September 2025 pagi.
Mahfud menegaskan pentingnya menjaga stabilitas di Yogyakarta karena daerah ini kerap menjadi barometer situasi nasional.
“Yogyakarta itu barometer. Kalau Yogyakarta panas, biasanya seluruh Indonesia ikut panas. Kalau Yogyakarta masih dingin, biasanya semuanya bisa berharap dingin,” ujar Mahfud saat ditemui di Kantor Kepatihan Yogyakarta, Kamis 4 September 2025.
Mahfud meminta semua pihak untuk menahan diri dan menjaga keamanan wilayah, agar tidak muncul kekacauan yang dapat berdampak secara nasional.
“Oleh sebab itu, mari kita jaga aja Yogyakarta ini. Jangan sampai timbul situasi yang chaos dari sini,” tegasnya.
Berdasarkan informasi sementara, aksi perusakan terjadi hampir serentak sekitar pukul 05.00 WIB di enam titik pos polisi. Berikut daftar lokasi dan jenis kerusakan yang dilaporkan:
1. Pos Polisi Pingit – Dilempar molotov, namun tidak meledak.
2. Pos Polisi Gamping – Dilempar batu, mengakibatkan kaca pecah.
3. Pos Polisi Monjali – Terbakar akibat lemparan molotov.
4. Pos Kronggahan – Kaca depan pecah karena lemparan batu.
5. Pos Polisi Denggung – Kaca jendela rusak akibat lemparan batako.
6. Pos Polisi Jombor – Kaca depan pecah karena lemparan batu.
Hingga berita ini dinaikkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap motif maupun pelaku yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Rekaman CCTV serta barang bukti dari lokasi kejadian telah diamankan untuk keperluan investigasi lebih lanjut.

🔴 PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












