
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X (foto Olivia Rianjani Selasa 19 Agustus 2025)
YOGYAKARTA || WARTA-JOGJA.COM – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyatakan tidak mempermasalahkan pemotongan Dana Keistimewaan (Danais) oleh pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2026. Danais yang semula diharapkan berada di atas Rp700 miliar, dikabarkan hanya akan dikucurkan sekitar Rp500 miliar.
Menanggapi hal itu, Sri Sultan menyebut langkah penghematan sebagai sesuatu yang wajar dalam situasi fiskal nasional saat ini.
“Ya rapopo dipotong (ya gapapa dipotong), penghematan semua kena kan,” ujar Sri Sultan saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa 19 Agustus 2025.
Meskipun mengalami pemangkasan, Sri Sultan memastikan program-program keistimewaan DIY akan tetap berjalan, meski dengan penyesuaian skala pelaksanaan. Danais selama ini digunakan untuk berbagai sektor, seperti pelestarian budaya, penataan ruang, penguatan kelembagaan, dan pendidikan berbasis keistimewaan.
“Program tetap jalan sampai kabupaten dan kota, yaa (skalanya) lebih kecil,” tegasnya.
Raja Keraton Yogyakarts itu juga menekankan pentingnya efisiensi dalam menjalankan program-program tersebut agar tetap berdampak meski dengan anggaran terbatas.
Kabar dipangkasnya Danais DIY ini disampaikan Anggota Komisi D DPRD DIY Fajar Gegana. Informasi ini dia dapat dari anggota DPR RI.
“Itu informasi dari Kementerian Keuangan pada saat rapat itu rencananya Danais cuma Rp 500 miliar yang digelontorkan dialokasikan ke dana transfer itu. Dari Rp 1 triliun menjadi Rp 500 miliar,” kata Fajar Gegana.
Jika informasi ini benar maka dikhawatirkan akan berdampak pada program pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.
“Kami berharap sebelum diputuskan direview kembali,” ujar Fajar.

PIMPRED & REDAKTUR 🟡 MAWAN








