
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriyana Wulandari (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY meminta seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku usaha, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan wisatawan.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriyana Wulandari, menekankan pentingnya menjaga keamanan, kenyamanan, hingga stabilitas harga, mengingat periode Nataru menjadi salah satu momen dengan kunjungan wisatawan tertinggi sepanjang tahun.
“Data menunjukkan paling banyak wisatawan masuk DIY saat liburan Natal dan Tahun Baru. Maka kami menghimbau dari segi keamanan, kenyamanan, dan mitigasi terkait risiko saat ini, banjir, angin kencang, dan cuaca ekstrem, itu harus selalu disiapkan,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di DPRD DIY, Rabu (3/12/2025).
Selain kesiapsiagaan keamanan, DPRD DIY juga mendorong pemerintah daerah menekan inflasi menjelang akhir tahun. Menurut Andriyana, pasar murah dan operasi pasar menjadi langkah penting untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.
“Kita mendorong pemerintah untuk melaksanakan kegiatan pasar murah dan operasi pasar untuk menekan inflasi yang menjelang liburan ini,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini telah menjadi prioritas hingga akhir tahun, berkat sinergi Pemda DIY dengan pemerintah kabupaten/kota. Andriyana juga menyoroti praktik “nuthuk harga” yang kerap muncul selama liburan, baik dari pedagang maupun juru parkir. Ia menegaskan praktik menaikkan harga secara tidak wajar dapat merusak citra pariwisata Yogyakarta.
“Kami menghimbau UMKM untuk jangan nuthuk rego, dan parkir juga jangan nuthuk parkir. Wisatawan harus datang dengan nyaman dan ingin kembali lagi ke sini,” tegas Andriyana.
Keramahtamahan masyarakat Yogyakarta yang ditandai dengan tata krama dan unggah-ungguh, menurutnya, merupakan salah satu daya tarik pariwisata yang harus dijaga, bukan dieksploitasi melalui harga yang tidak wajar. Selain itu, ia menyoroti banyaknya destinasi wisata baru yang dinilai memerlukan perhatian lebih, terutama terkait risiko kecelakaan atau keamanan pengunjung.
Andriyana juga meminta Pemda melakukan pemantauan intensif agar risiko tersebut bisa diminimalkan.
“Lokasi wisata yang memiliki risiko harus diperhatikan serius oleh pemerintah daerah, supaya tidak terjadi kejadian-kejadian yang tidak kita bayangkan di kemudian hari,” ungkapnya.
Terkait lonjakan harga komoditas seperti telur, cabai, dan daging ayam, Andriyana menjelaskan kenaikan tidak semata karena liburan, tetapi juga dipengaruhi faktor lain, termasuk program pemerintah pusat dan dinamika pasokan.
“Ini bukan semata karena liburan akhir tahun. Barangnya memang susah, kebutuhan banyak, stok kurang. Biasanya ayam 25 ribu, sekarang 35 ribu,” katanya.
Faktor cuaca tak menentu, gagal panen, hingga penyakit ternak juga turut memengaruhi kenaikan harga. Meski demikian, ia memastikan stok pangan di DIY cukup aman hingga akhir tahun.
“Dari Rakordal kemarin, kabupaten/kota menyampaikan stok cukup sampai akhir tahun, bahkan lebih,” pungkas Andriyana.

🔶 PIMPRET & REDAKTUR: MAWAN








