
Regional CEO IV PT Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi saat berada di Kompleks Kepatihan, Selasa, 13/1/2026 (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Ngarsa Dalem) menerima kunjungan Regional CEO IV PT Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi, di Kompleks Kepatihan, Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini berlangsung hangat dan bersifat silaturahmi, membahas berbagai upaya peningkatan konektivitas dan dukungan terhadap pengembangan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Rizal Pahlevi menyampaikan bahwa agenda utama kunjungan adalah menjalin silaturahmi, terutama setelah penggabungan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menjadi holding Angkasa Pura Indonesia.
“Kami sampaikan bahwa pertama niat kami adalah silaturahmi, di mana Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II telah bergabung menjadi Angkasa Pura Indonesia,” ujarnya kepada wartawan usai pertemuan.
Rizal menyampaikan bahwa peran Angkasa Pura Indonesia dalam meningkatkan konektivitas dan layanan penerbangan di YIA akan terus ditingkatkan, termasuk peluang masuknya maskapai-maskapai baru.
“Kami sampaikan bagaimana peran airport operator tentunya Angkasa Pura Indonesia dan berkenaan dengan Bandara YIA yang selama ini sedang kita tingkatkan konektivitas dan penerbangan-penerbangan, baik yang sudah ada maupun airline-airline yang akan berpeluang masuk ke YIA,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa Angkasa Pura Indonesia siap mendukung program-program Pemda DIY, yang tidak hanya di sektor bandar udara, tetapi juga dalam ekosistem pariwisata dan layanan pendukung lainnya.
“Lebih dalam lagi, sedalam menyampaikan support-nya, menyampaikan bahwa apa yang menjadi program Angkasa Pura Indonesia akan mendapat dukungan. Dan di sisi yang lain juga program-program dari pemerintahan YIA Yogyakarta, tentu Angkasa Pura juga akan berperan aktif untuk bisa saling memberikan ekosistem, bukan hanya ke bandar udara, tapi juga di dalamnya ada tourism, ada pariwisata, dan kegiatan-kegiatan yang menggunakan layanan penerbangan,” papar Rizal.
Selain itu, Rizal menyoroti bahwa holding Angkasa Pura Indonesia tidak hanya bergerak di sektor bandara, tetapi juga mencakup destinasi wisata, hotel, dan berbagai kegiatan lain yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di setiap daerah.
“Saya kira di dalam holding in journey sendiri tidak sekadar hanya bandara tapi juga ada destinasi, ini juga ada hotel, dan seluruh kegiatan yang memang memungkinkan untuk satu pintu memberikan support pariwisata di setiap daerah-daerah yang memang memiliki potensi yang sangat besar,” tuturnya.
Kendati demikian, Rizal menegaskan kesiapan Angkasa Pura Indonesia untuk memberikan layanan tambahan di Bandara YIA, termasuk dukungan penuh terhadap rencana Open Sky Jogja.
“Sebenarnya dari kami dari Angkasa Pura, secara kapasitas dan secara slot, kami siap untuk memberikan layanan penerbangan tambahan, yang memang hari ini kapasitas kita masih sangat mumpuni bahkan sangat memadai, termasuk fasilitas runway kita, fasilitas bandar udara baik karantina, imigrasi, dan custom, bea cukai, itu semuanya siap untuk bisa memberikan layanan terbaik,” terangnya.
Rizal kembali menekankan pertemuan hari ini berlangsung lancar dan cair, dan diisi dengan saling bertukar informasi terkait progres Angkasa Pura Indonesia dalam mengelola holding in journey serta dukungannya terhadap pengembangan sektor pariwisata di DIY.
“Syukur Alhamdulillah, pertemuannya begitu cair, komunikasi kita lancar, kita saling memberikan update apa yang telah Angkasa Pura Indonesia lakukan di dalam holding in journey,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












