
Asisten Sekretariat Daerah (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menilai uji coba embarkasi haji melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) berjalan sukses dan memberikan layanan berkualitas tinggi bagi jemaah.
Asisten Sekretariat Daerah (Asda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, mengatakan layanan embarkasi haji di YIA bahkan setara dengan fasilitas hotel berbintang lima. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari solidnya koordinasi pascamerger Angkasa Pura I dan II menjadi Angkasa Pura Indonesia dalam holding InJourney.
“Sekarang dari dua menjadi satu, sehingga koordinasinya lebih mudah, tidak ada barat tidak ada timur, semuanya dalam satu manajemen. Ini memungkinkan pengembangan YIA bisa didorong lebih kuat,” ujarnya kepada wartawan, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (13/1/2026).
Tri Saktiyana menjelaskan, bisnis yang dikelola Angkasa Pura Indonesia tidak hanya terbatas pada pengelolaan bandara, tetapi juga mencakup hotel, destinasi, dan sektor pariwisata. Hal ini membuka peluang pengembangan ekosistem layanan yang lebih terintegrasi, termasuk untuk mendukung embarkasi haji.
“Tapi kalau melihat pelayanannya, bisa dibilang bintang lima. Jemaah tidak dikenai biaya tambahan, tetapi merasakan kualitas layanan yang jauh lebih baik. Secara nilai, ini justru lebih murah,” katanya.
Menurutnya juga, uji coba embarkasi haji melalui YIA telah dilakukan dua kali, masing-masing melibatkan sekitar 300 jemaah dan satu pesawat penuh.
“Uji kedua berjalan lancar, dan harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun,” ucap Tri.
Terkait pembangunan asrama haji, Pemda DIY belum memutuskan langkah pasti. Tri menyampaikan bahwa Pemda masih menghitung skema terbaik, termasuk perbandingan antara membangun asrama sendiri dengan memberdayakan hotel yang sudah ada.
“Nanti kita hitung lagi ya plus minusnya, karena membangun asrama haji seperti pengadaan tanah, jalan, dan sebagainya, nanti operatenya. Kita hitunglah sekarang, lebih murah mana memberdayakan hotel yang sudah ada dengan membangun sendiri. Karena konsep kita terhadap aset itu kan berubah. Kalau kemarin kan aset itu apa yang kita miliki. Sekarang aset itu apa yang kita bisa nikmati walaupun bukan milik kita,” papar Tri.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Muhammad Rizal Pahlevi, menyatakan kesiapan YIA untuk melayani penerbangan tambahan, termasuk internasional, seiring wacana Open Sky Jogja.
“Secara kapasitas dan slot, kami siap. Fasilitas runway, terminal, imigrasi, karantina, hingga bea cukai juga siap memberikan layanan terbaik,” kata Rizal usai bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN









