
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Irjen Pol. Anggoro, menyampaikan bahwa situasi di Jogja selama libur Nataru 2025/2026 tetap aman dan kondusif. Menurutnya, upaya pengamanan sudah dilakukan melalui pembangunan 22 pos di titik-titik rawan kemacetan, kriminalitas, dan bencana. Upaya ini sudah dipersiapkan selama satu bulan.
“Sampai saat ini saya pastikan situasi Jogja dalam keadaan aman kondusif. 22 pos yang dibangun itu efektif di titik-titik yang kita prediksi menimbulkan kerawanan kemacetan, kriminal, dan isu bencana. Jadi,” ujar Anggoro kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).
Selama empat hari terakhir, pihaknya juga melakukan pantauan langsung ke lapangan hingga ke Gunung Kidul. Ia menyatakan titik-titik yang diprediksi menimbulkan kemacetan ternyata tidak terjadi. Beberapa kawasan wisata yang sempat viral juga telah dikunjungi, dan pengelola maupun pemilik lokasi diingatkan untuk meningkatkan keamanan agar tidak terjadi kecelakaan.
“Secara umum, perlibatan personel sudah berimbang pada titik-titik yang dianggap rawan. Pada titik-titik yang diisukan tentang kriminal, sudah kami tempatkan personel tertutup bekerja sama dengan masyarakat,” katanya.
Terkait jumlah pengunjung, Irjen Pol Anggoro menyebutkan Malioboro telah dikunjungi 24.000 orang dan jumlahnya fluktuatif setiap hari. Puncak kunjungan diprediksi terjadi pada tanggal 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
“Jadi sampai hari ini Malioboro jumlah kunjungan 24.000 dan setiap hari fruktuatif berbeda-beda. Kami prediksi bahwa tanggal 31 sampai dengan tanggal 1 inilah puncak,” ungkapnya.
Selain itu, ia kembali menekankan larangan menyalakan kembang api selama perayaan Nataru sebagai bentuk penghormatan kepada korban bencana di Sumatera.
“Larangan ini dikeluarkan oleh Mabes Polri terkait dengan saudara-saudara kita yang mengalami musibah di Sumatera. Empati diharapkan dari masyarakat. Sehingga hingga larangan kembang api yang dapat menunjukkan ketidak-empatian kita kepada masyarakat Sumatera yang terdampak, Polri mengambil satu kebijakan melarang semua kegiatan,” tegas Anggoro.
Lanjut Anggoro mengungkapkan, semua izin penggunaan kembang api, termasuk yang sebelumnya sudah diberikan kepada hotel atau event tertentu telah dibatalkan.
“Semua izin dicabut. Mau ini tidak mengeluarkan izin penggunaan kembang api. Ini berlaku nasional,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












