
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan telah menyiapkan anggaran untuk menangani sejumlah talud yang ambrol akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, kerusakan paling parah yakni talud sungai buntung, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kerusakan talud tersebut sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Sebagian di antaranya bahkan sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun ini.
“Talud ambrol itu sudah dicek. Kemarin juga PU sudah mengecek dan sebagian sudah kami anggarkan tahun ini, yang kemarin ambrol di jembatan juga sudah kami anggarkan,” ujar Hasto saat ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin 19 Januari 2026.
Meski anggaran telah disiapkan, Hasto mengaku belum dapat menyampaikan secara rinci besaran dana yang dialokasikan. Menurutnya, penanganan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta kewenangan pengelolaan infrastruktur.
“Besaran anggarannya nanti, karena penanganannya bertahap sesuai tingkat kerusakan dan kewenangannya,” katanya.
Khusus untuk talud yang berada di bawah jembatan, Pemkot Yogyakarta akan bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Hal tersebut lantaran struktur talud dan saluran air di lokasi tersebut berada di bawah kewenangan balai besar.
“Kita kerja sama dengan Balai Besar. Pembangunannya memang lebih besar karena tidak dibangun sendiri. Kita khusus menangani talud di bawah jembatan, sementara saluran airnya dikerjakan bersama Balai Besar,” jelas Hasto.
Ia menyebut, koordinasi lanjutan dengan pihak BBWSSO akan segera dilakukan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Kami sudah rapat, hari ini atau besok akan dilanjutkan lagi,” ungkapnya.
Di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung, Hasto juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air dan sungai.
“Kita harus waspada. Cuaca ekstrem sudah diingatkan oleh berbagai pihak. Jangan sampai sungai mampet, selokan-selokan jangan sampai mampet,” tegasnya.
Ia kembali menekankan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya bencana, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“Jangan membuang sampah ke selokan atau sungai karena itu bisa jadi bencana. Orang kota ini harus jaga kebersihan, jangan sampai ada selokan yang macet karena sampah,” imbuh Hasto.
Terkait percepatan penanganan, Hasto mengungkapkan bahwa tidak semua titik talud ambrol bisa ditangani sekaligus dalam waktu dekat.
“Ada yang bisa dilakukan tahun ini, ada yang nanti kita rencanakan selanjutnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, talud Sungai Buntung dilaporkan ambrol di wilayah Bangunrejo RT 57 RW 13, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, pada Sabtu (17/1/2026) sore. Talud tersebut ambrol sepanjang kurang lebih 10 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi sekitar 3 meter. Peristiwa tersebut berdampak pada balai pertemuan warga serta Jembatan Merah yang menghubungkan Kampung Bangunrejo dan Kampung Pingit.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








