
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, YOGYAKARTA – Pembangunan Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta kini memasuki tahap pengujian tanah sebagai persiapan pelaksanaan pekerjaan fisik. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyebut asistensi Detail Engineering Design (DED) proyek ini telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan mulai dikerjakan pada Maret 2026.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, menjelaskan pihaknya saat ini masih menunggu kelengkapan dokumen lingkungan, termasuk kajian Analisis Dampak Lalu Lintas.
“Untuk asistensi DED Jembatan Kewek sudah dengan P2JN dan Satker P2JN, progresnya sekitar 80 persen sambil menunggu dokumen lingkungan dan kajian andalalinnya,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Senin (19/1/2026).
Hasri menyampaikan, jika proses administrasi selesai, pihak P2JN berencana memulai pengadaan proyek pada Maret mendatang sebelum pekerjaan fisik dapat dijalankan.
“Sesuai rencana dari PJN, kemungkinan bulan Maret dilakukan pengadaan, lalu dilihat apakah fisiknya sudah bisa dilaksanakan,” kata Hasri.
Saat ini, menurutnya akan fokus pekerjaan terletak pada pengujian tanah untuk mengetahui kedalaman tanah keras yang menjadi dasar peletakan fondasi jembatan. Tahap ini dianggap krusial karena fondasi harus dibangun di atas lapisan tanah yang stabil.
“Sekarang dilakukan pengujian tanah untuk mengetahui tanah kerasnya di kedalaman berapa, karena fondasi jembatan harus berada di atas tanah keras,” jelas Hasri.
Pengujian tanah sebelumnya telah dilakukan pada satu titik di sisi barat sungai pada tahun lalu. Data ini diperkuat dengan informasi sekunder dari Jembatan Amarta dan Jembatan Kleringan, yang menunjukkan tanah keras berada di kedalaman sekitar 20 meter.
“Kami lakukan pengujian tambahan sesuai permintaan P2JN untuk memastikan kedalaman tanah keras memang di sekitar 20 meter,” papar Hasri.
Jika pembangunan fisik berjalan sesuai rencana, kata dia, durasi pengerjaan diperkirakan sekitar sembilan bulan hingga Desember 2026.
“Kalau dari rencana kami awalnya 9 bulan, jadi sampai dengan Desember,” katanya.
Sedangkan terkait desain fasad jembatan, Hasri menyebut memungkinkan adanya perubahan namun tidak signifikan, lantaran fasad harus mendapatkan rekomendasi dari Dewan Warisan Budaya.
“Untuk fasad masih kami asistensikan dengan Dewan Warisan Budaya. Mungkin ada perubahan, tapi tidak banyak. Perubahan krusial belum bisa kami sampaikan karena proses asistensi masih berjalan,” tandas Hasri.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyebut DED Jembatan Kewek telah disusun sejak beberapa waktu lalu dengan nilai perencanaan sekitar Rp 19 miliar.
“DED sudah lama, nilainya sekitar Rp 19 miliar,” kata Hasto di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, saat ini tahapan proyek masih berada pada pengukuran lahan dan sounding tanah untuk memastikan kekuatan struktur yang akan dibangun.
“Sekarang ini masih ukur – ukur tanah dan sounding untuk menentukan kekuatan yang berkualitas,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia berharap pembangunan fisik Jembatan Kewek dapat dimulai pada Maret hingga April 2026 dan pengerjaannya dilakukan langsung oleh pemerintah pusat.
“Harapannya bulan Maret – April ini sudah bisa dieksekusi. Pekerjaan nanti langsung dilakukan oleh pusat,” pungkas Hasto.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












