
WARTA- JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Berbagai upaya strategis terus digalakkan guna meningkatkan daya saing dan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan pesisir selatan Gunungkidul. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui penyelenggaraan pelatihan diversifikasi dan inovasi produk olahan ikan yang berlangsung di Balai Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, pada Rabu (20/05/2026).
Mengusung tajuk kegiatan “Peningkatan Kapasitas UMKM Kuliner Melalui Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Ikan”, agenda ini dihadiri puluhan pelaku usaha lokal yang menunjukan antusiasme tinggi. Mereka hadir untuk mendalami cara mengembangkan produk berbahan dasar hasil laut, dengan tujuan utama menciptakan produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi, berdaya saing kuat, dan mampu menembus pangsa pasar yang lebih luas.
Tim pengabdi dari Program Studi Pendidikan Non Formal (PNF), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), turun langsung ke lokasi dipimpin oleh Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd., didampingi Dr. Tristanti, M.Pd., dan Dr. Fitta Ummaya Santi, M.Pd. Tim akademisi ini hadir secara khusus untuk memberikan pemaparan materi, pendampingan teknis, serta berbagi wawasan aplikatif kepada para peserta. Kegiatan yang bernilai strategis ini juga turut dihadiri dan didampingi oleh Panewu Anom Kapanewon Girisubo serta Ketua Himpunan UMKM Girisubo, menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kemajuan ekonomi warga.
Dalam sambutan dan pemaparannya, Prof. Sujarwo menegaskan bahwa sektor kuliner berbasis hasil laut menyimpan potensi ekonomi yang sangat besar untuk dikembangkan, sepanjang pelaku usaha mampu menghadirkan inovasi yang berkelanjutan. Menurutnya, kunci keberhasilan pengelolaan sumber daya alam laut terletak pada kemampuan menciptakan variasi produk yang beragam dan berkualitas.
“Sektor kuliner berbasis hasil laut memiliki peluang dan potensi yang sangat besar untuk berkembang pesat. Melalui upaya diversifikasi produk, para pelaku usaha mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan, sekaligus meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis,” ujar Prof. Sujarwo.
Secara rinci, materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup berbagai aspek krusial mulai dari teknik pengolahan ikan yang higienis dan tepat, proses pengembangan produk-produk turunan yang unik, hingga strategi pengemasan yang menarik dan aman, serta taktik pemasaran yang efektif. Suasana kegiatan dikemas secara interaktif, diperkaya dengan sesi demonstrasi langsung pembuatan produk olahan ikan inovatif yang dirancang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Antusiasme peserta tampak nyata sepanjang kegiatan berlangsung. Para pelaku UMKM terlihat aktif berdiskusi, bertukar gagasan, dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya terkait pemasaran produk olahan hasil laut di wilayah Girisubo dan sekitarnya.
Program pemberdayaan ini diharapkan menjadi langkah konkret dan berkelanjutan dalam mendorong UMKM lokal agar semakin mandiri, tangguh, dan berkembang pesat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam laut yang melimpah di kawasan pesisir selatan Gunungkidul agar dapat memberikan manfaat ekonomi maksimal bagi masyarakat.
Melalui bekal ilmu dan keterampilan yang didapatkan, para pelaku UMKM di Kalurahan Balong diharapkan mampu menciptakan produk-produk unggulan baru yang tidak hanya diminati pasar lokal, namun juga memiliki standar kualitas yang mampu menembus pasar yang lebih luas dan berjangkauan lebih jauh.

🌐 Redaktur: Mawan








