
Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Polresta Sleman memaparkan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang 2024 hingga November 2025.
Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto, menjelaskan bahwa angka tindak pidana dan kecelakaan lalu lintas menunjukkan dinamika yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, pada tahun 2024 tercatat 1.357 tindak pidana yang dilaporkan di Polresta Sleman dan polsek jajaran. Angka ini belum termasuk sejumlah laporan yang masuk ke Polda DIY namun memiliki lokus kejadian di Kabupaten Sleman.
“Beberapa kejadian dilaporkan di Polda DIY, tapi TKP-nya di Sleman. Kalau itu dimasukkan, totalnya tentu lebih banyak,” ujar Kompol Masnoto kepada awak media usai jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis (11/12/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa masih ada kasus-kasus yang tidak masuk ke data karena telah diselesaikan di tingkat bawah melalui peran Bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Untuk tahun 2025, hingga November, tercatat 1.234 kasus.
“Data untuk November – Desember belum direkap penuh sehingga kemungkinan angka tersebut masih dapat meningkat,” kata Masnoto.
Kasus Narkoba Meningkat
Namun, pada kasus narkoba ia menyebut terjadi peningkatan, dan menurutnya kasus ini tidak bisa diukur dari laporan masyarakat, melainkan dari hasil penindakan.
“Narkoba itu sifatnya penegakan oleh aparat. Kalau pun ada laporan, biasanya hanya berupa informasi awal,” jelasnya.
Rincinya sepanjang 2024, Polresta Sleman mengungkap 96 kasus narkoba, sementara hingga November 2025 jumlahnya naik menjadi 113 kasus.
Kecelakaan Lalu Lintas Masih Tinggi
Disisi lain, Masnoto menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tercatat cukup tinggi. Pada 2024, terjadi 2.328 kasus dengan 193 korban meninggal dunia. Namun, untuk data luka – lukanya seperti luka berat, luka ringan, dan kerugian materi belum dirinci.
“Sementara untuk Januari – November 2025, terjadi 2.233 kasus laka lantas dengan 152 korban meninggal dunia,” ungkapnya.
Meningkatnya kecelakaan tersebut, Masnoto menyoroti rendahnya kesadaran berlalu lintas yang berkontribusi pada tingginya angka kematian.
“Kalau kita lihat, dalam setahun ada ratusan yang meninggal di jalan. Itu artinya tiap bulan bisa 12 sampai 20 orang. Satu orang meninggal karena dibunuh saja heboh, tapi 15 orang meninggal sebulan di jalan kok tidak heboh?”, ujarnya.
Oleh karena itu, memasuki masa libur Nataru, ia meminta masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban, terutama dalam hal berlalu lintas.
“Kami mohon masyarakat selama Nataru lebih tertib berlalu lintas. Banyak potensi kerawanan, dan keselamatan harus jadi prioritas,” pesan Masnoto.
Selain itu, Polresta Sleman telah menyiapkan strategi pengamanan dengan tiga pendekatan utama yakni meliputi deteksi dini, tindakan preventif, dan penegakan hukum.
“Kami akan memanfaatkan fungsi intelijen untuk mendeteksi dan mencegah potensi kerawanan. Langkah preventif dilakukan bersama instansi terkait, sementara penegakan hukum tetap menjadi upaya terakhir untuk menindak pelaku kejahatan maupun pelanggaran lalu lintas,” jelasnya.
Polresta Sleman juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Dinas Perhubungan, untuk pemeriksaan kendaraan layanan umum.
“Untuk menjamin keselamatan, kami akan bekerja sama dengan Dishub memeriksa kendaraan angkutan umum. Semua langkah ini kami lakukan agar masyarakat merasa aman dan kegiatan berjalan lancar,” pungkas Masnoto.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








