
(Foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman meningkatkan pengawasan dan pengecekan bus wisata yang digunakan untuk siswa sekolah.
Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan hampir setiap hari pihaknya memeriksa 3 hingga 4 titik, termasuk malam hari, untuk memastikan kelayakan kendaraan.
“Kalau tidak terpenuhi kelayakannya ya kita tidak izinkan untuk beroperasi. Minta ganti bus. Karena kalau tidak terpenuhi pasti akan kita minta ganti bus yang baru,” ujarnya kepada awak media di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis 11 Desember 2025.
Ia menjelaskan mekanisme pengawasan bus wisata ini dilakukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Semua izin dari sekolah harus melalui Dinas Pendidikan, kemudian Dishub melakukan pengecekan kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan. Menurutnya, peningkatan pemeriksaan ini sudah dilakukan sejak awal Desember.
“Dari yang kami cek, alhamdulillah sampai hari ini tercatat memenuhi kelayakan. Kalau tidak terpenuhi, tentu kita tidak izinkan beroperasi,” ungkap Heri.
Ia juha menyampaikan bahwa Dishub Sleman tengah menyiapkan pengamanan lalu lintas selama puncak libur Nataru, yang mana ini diperkirakan berlangsung pada 20 Desember hingga 4 Januari.
Karena itu, posko pengamanan akan didirikan di beberapa titik, seperti di posko terpadu Kabupaten Sleman, Prambanan, dan terminal-terminal seperti Pakem, Condongcatur, dan Prambanan.
“Pemantauan lalu lintas juga akan dilakukan melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) dan LCS/ABJS,” imbuh Heri.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman, Marjono, menjelaskan detail pengecekan teknis bus wisata atau rampcheck.
“Banyak hal yang perlu di crosscheck, selain administrasi harus komplit, kaca tidak boleh retak, dan ada pemukul kaca. Itu penting karena kejadian-kejadian beberapa waktu yang lalu orang tidak bisa keluar karena tidak bisa memecahkan kaca,” jelasnya.
Marjono menegaskan kondisi ban juga menjadi perhatian utama yakni memiliki ukuran harus minimal 1 mm. Apabila itu tidak terpenuhi ya, ia minta pengelola bus segera ganti kendaraan.
“Yang sering ditemukan yang paling urgent biasanya ban gundul. Kita juga himbau pihak sekolah untuk tidak menggunakan kendaraan yang tidak memenuhi syarat, karena resikonya tidak hanya untuk siswa tapi juga untuk keselamatan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN








