
Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi (kiri) foto: Olivia Rianjani
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman mulai mematangkan berbagai langkah pengamanan arus lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sejumlah jalur alternatif disiapkan, titik rawan macet dan kecelakaan dipetakan, hingga perbaikan jalan berlubang ditargetkan rampung sebelum 20 Desember.
Kepala Dishub Sleman, Heri Kuntadi, mengatakan pihaknya telah melakukan survei lapangan dan menyusun rekayasa lalu lintas terutama di tiga pintu masuk utama DIY, yakni dari arah Magelang, Wates, dan Prambanan.
“Kami sudah memetakan beberapa jalur alternatif agar pengendara bisa terhindar dari kemacetan, terutama pada puncak arus Nataru,” ujar Heri kepada awak media di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis 11 Desember 2025.
Berikut Enam Opsi Jalur Alternatif yang Dishub Sleman Siapkan :
* Arah Magelang – Jogja : lewat Simpang Pasar Tempel, belok kiri menuju Keluwatu, lalu ke kanan menuju batas Kota Yogyakarta.
* Arah Solo – Jogja: melalui Berbah – Kalasan hingga Simpang Blok O untuk mengurangi beban di Jalan Solo.
* Arah Wates – Magelang: pengendara dapat menggunakan jalur alternatif melalui Simpang Tiga Klamon.
* Arah Prambanan – Tebing Breksi: disediakan jalur khusus menuju kawasan wisata yang kerap padat saat liburan.
* Arah Wates – Jogja: kendaraan dialihkan lewat Simpang Langor dan Simpang Park Palemgurih.
* Arah Magelang – Prambanan: melalui Simpang Pasar Tempel dan jalur Pakem menuju Simpang Ramayana Bogo; khusus bus diarahkan ke Simpang Proliman Bogo.
“Semua rambu penunjuk arah akan kami pasang dan lengkapi. Harapannya, pengemudi bisa lebih mudah memilih jalur alternatif tanpa menambah kepadatan,” kata Heri.
Titik Rawan Kecelakaan
Sedangkan sejumlah ruas masuk kategori rawan kecelakaan, yakni diantaranya Jalan Wates, Jalan Solo, Jalan Magelang, serta akses menuju Tebing Breksi yang memiliki tanjakan curam.
“Untuk kawasan Breksi kemarin juga dibahas perlunya personel tambahan, termasuk antisipasi dengan ‘ganjel’ kendaraan jika diperlukan,” jelas Heri.
Sementara titik rawan kemacetan meliputi Jalan Wates, Jalan Solo, Perempatan Janti, Jalan Tempel, Jalan Godean, Jalan Siliwangi, serta Ring Road Simpang Kronggahan.
“Pada titik Kronggahan yang saat ini masih satu lajur, kami akan diperlebar menjadi dua lajur khusus selama periode Nataru,” imbuh Heri.
Lanjut Heri menyebut dalam pengamanan Nataru tahun ini, Dishub Sleman akan menerjunkan 80 personel, termasuk penempatan petugas di gereja-gereja besar saat perayaan Natal.
“Kami pastikan kegiatan ibadah tetap aman dan lalu lintas di sekitarnya lancar,” ucap Heri.
Perbaikan Jalan Berlubang
Selain itu, ia menunjukkan masih ditemukannya sejumlah jalan berlubang di berbagai titik. Karena ini, Heri memastikan koordinasi dengan PU Sleman, PU Provinsi, serta PJN telah dilakukan untuk percepatan perbaikan.
“Target kami, sebelum tanggal 20 Desember semua titik lubang sudah ditangani,” tegasnya.
Pembatasan Angkutan Barang
Ia juga menyampaikan adanya pembatasan angkutan barang berdasarkan keputusan bersama Dirjen Perhubungan Darat, Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Bina Marga, dan Korlantas Polri. Pembatasan berlaku 19 Desember 2024 – 4 Januari 2025 di jalur Sleman – Jogja – Wates dan Sleman – Magelang. Jenis angkutan yang dibatasi antara lain kendaraan bersumbu tiga atau lebih seperti kereta gandengan, dan angkutan bahan tambang.
“Tapi angkutan bahan pokok tetap diperbolehkan,” kata Heri.
Pengecekan Penerangan Jalan
Lebih lanjut, Dishub Sleman juga meningkatkan jadwal perawatan PJU (Penerangan Jalan Umum), termasuk pengecekan rutin harian hingga penambahan jadwal khusus saat Nataru.
“Dengan penerangan yang baik, arus malam hari diharapkan lebih kondusif,” ujar Heri.
Kendati demikian, Dishub Sleman juga menyiapkan publikasi dan informasi berkala mengenai kondisi lalu lintas selama masa libur panjang.
“Kami berharap seluruh rangkaian persiapan ini membuat masyarakat lebih aman, nyaman, dan lancar selama Natal dan Tahun Baru,” pungkas Heri.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












