
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi (foto Olivia Rianjani)
WARTA-JOGJA.COM, SLEMAN, DIY – Arus perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperkirakan meningkat sekitar 6 persen. Lonjakan ini didorong tingginya minat masyarakat untuk berwisata maupun mudik, serta dukungan waktu libur panjang hingga dua pekan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman, Heri Kuntadi, menjelaskan bahwa data Badan Kebijakan Transportasi secara nasional menunjukkan potensi kenaikan arus perjalanan sebesar 2,7 persen. Sementara di DIY, proyeksi mobilitas lebih tinggi.
“Di DIY diprediksi ada kenaikan sekitar 6 persen. Moda yang paling banyak digunakan adalah mobil pribadi sekitar 42,7 persen, disusul sepeda motor 18,41 persen,” ujarnya dalam jumpa pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Kamis 11 Desember 2025.
Heri mengungkapkan sebagian besar perjalanan masyarakat pada masa libur Nataru memiliki tujuan wisata.
“Sekitar 45,67 persen masyarakat bepergian untuk berwisata, sementara 32,36 persen untuk mudik. Sisanya untuk perayaan Natal dan Tahun Baru,” katanya.
Dalam menghadapi lonjakan tersebut, Dishub Sleman memprioritaskan tiga hal yakni kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta menjaga aktivitas masyarakat Sleman tetap berjalan baik.
“Persiapan pra-Nataru, Dishub telah melakukan survei jalur alternatif, memetakan kebutuhan rambu, dan meninjau titik rawan kecelakaan maupun kemacetan sejak November,” ungkap Heri .
Salah satu fokus utama adalah pemeriksaan dan uji kelayakan kendaraan. Heri menyebutkan bahwa Dishub Sleman setiap hari melayani uji kendaraan bermotor dengan volume cukup tinggi.
“Setiap hari ada sekitar 70 – 90 kendaraan angkutan yang kami uji. Selain itu, kami juga melakukan ramp check ke perusahaan otobus,” jelasnya.
Maraknya perjalanan wisata sekolah juga menjadi perhatian. Tahun ini, sekitar 220 sekolah menggunakan bus pariwisata dengan total sekitar 600 kendaraan yang dicek kelayakannya. Pemeriksaan juga dilakukan pada jeep wisata di kawasan Kaliurang.
“Ada sekitar 18 jeep wisata yang kami cek, dan hampir 900 kendaraan memenuhi syarat. Namun ada juga yang tidak kami perkenankan beroperasi karena tidak layak,” ungkap Heri.
Posko ATCS Siaga di Titik Keramaian
Selama puncak arus Nataru, kata Heri, akan melakukan pengaturan lalu lintas di simpang-simpang padat, area gereja, pusat wisata, hingga pusat belanja. Posko terpadu juga disiapkan di Tempel dan Prambanan bersama Polresta Sleman, serta pengawasan di terminal Prambanan, serta Pakem.
Selain itu, delapan titik Area Traffic Control System (ATCS) akan dioperasikan penuh untuk memantau dan mengendalikan arus kendaraan.
“Kami ingin memastikan kelancaran dan keselamatan tetap terjaga agar aktivitas masyarakat Sleman berjalan baik selama libur Nataru,” pungkasnya.

🔶️ PIMPRED & REDAKTUR: MAWAN












