
WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – Pantai Sundak, Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Gunungkidul, menjadi pusat perhatian dan lokasi aksi nyata pelestarian alam dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Kegiatan besar-besaran yang digelar pada Jumat (5/6/2026) mulai pukul 07.00 WIB ini mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat umum dalam satu gerakan: membersihkan, merawat, dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang menjadi kebanggaan Kabupaten Gunungkidul.
Acara yang berlangsung penuh semangat ini dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.E., dan dihadiri jajaran lengkap Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain Komandan Kodim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniwan, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., Sekretaris Daerah Sri Suhartanta, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah, unsur TNI/Polri, pimpinan BUMD, serta para pengelola wisata dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutan utamanya, Bupati Endah menegaskan bahwa peringatan hari lingkungan bukan sekadar seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama. Mengusung tema besar “Wariskan Hijau untuk Masa Depan”, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menikmati keindahan alam yang diwariskan pendahulu, tetapi memiliki tanggung jawab moral untuk mewariskan lingkungan yang jauh lebih bersih, hijau, dan lestari bagi anak cucu di masa depan.
“Kita menyadari tantangan lingkungan semakin berat. Sampah plastik masih mengancam laut dan pesisir, sementara dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan terus terjadi. Oleh karena itu, apa yang kita lakukan hari ini di Pantai Sundak bukan sekadar kerja bakti, melainkan upaya membangun budaya hidup bersih dan kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Menjaga pantai ini berarti menjaga masa depan ekonomi dan pariwisata Gunungkidul,” tegas Bupati Endah di hadapan ribuan peserta.
Ia juga mengutip pesan luhur Bung Karno tentang semangat gotong royong, yang menjadi landasan utama kegiatan ini. Menurutnya, menjaga alam bukanlah tugas pemerintah saja, melainkan kewajiban seluruh warga negara. “Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Prinsip inilah yang harus kita terapkan dalam merawat lingkungan,” tambahnya.
Gerakan ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terhadap program nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang berfokus pada pengelolaan sampah, penataan ruang publik, dan penghijauan. Bupati berharap semangat bersih-bersih ini tidak berhenti di lokasi acara saja, tetapi menular ke setiap desa, lingkungan, dan rumah tangga, hingga menjadi kebiasaan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan apresiasi dan dukungan berupa penyerahan bibit tanaman, sarana kebersihan, serta penghargaan bagi pengelola bank sampah dan sekolah Adiwiyata yang berprestasi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat gerakan lingkungan yang telah tumbuh di tengah masyarakat agar semakin kokoh dan berkelanjutan.
Acara ini berjalan aman, tertib, dan kondusif, dengan pengamanan penuh dari jajaran Kepolisian Sektor Tepus yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Suryanto, S.Pd. Kehadiran aparat keamanan sekaligus menguatkan pesan bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan diamankan.
Di akhir sambutannya, Bupati Endah kembali mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen ini sebagai titik tolak aksi nyata. “Mari kita wariskan kepada generasi mendatang bukan masalah lingkungan, melainkan alam Gunungkidul yang bersih, hijau, sehat, dan lestari,” pungkasnya.









