
KULON PROGO, DIY || WARTA-JOGJA.COM – Fenomena astronomis istimewa Istiwa A’zam atau sering disebut Rashdul Kiblat dijadikan momentum berharga untuk menyempurnakan arah pelaksanaan ibadah salat warga Kapanewon Pengasih. Melalui program kolaboratif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif), diselenggarakan kegiatan edukasi praktis pengukuran arah kiblat secara mandiri bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di wilayah Karangtengah Kidul RT 10, Kalurahan Margosari.
Pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh antusias di kediaman salah satu peserta ini membekali warga dengan metode sederhana namun memiliki tingkat ketepatan sangat tinggi untuk memastikan arah kiblat langsung dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., menjelaskan secara komprehensif hakikat fenomena Istiwa A’zam. Peristiwa alam ini terjadi ketika posisi matahari berada tepat di atas titik Ka’bah di Mekkah, yang pada tahun 2026 diproyeksikan berlangsung pada Rabu hingga Kamis, 16 Juli 2026, pukul 16.27 WIB.
“Saat momen tersebut tiba, bayangan benda apa pun yang berdiri tegak lurus di permukaan rata akan menunjuk persis ke arah kiblat, sejalan dengan garis lurus menuju posisi matahari saat itu. Ini adalah cara penentuan arah kiblat yang paling praktis dan 100 persen akurat secara ilmiah tanpa memerlukan alat-alat canggih. Cukup gunakan bandul atau tongkat tegak lurus di halaman rumah pada pukul 16.27 WIB, lalu tandai arah bayangannya. Kami ingin setiap KPM PKH bisa melakukan kalibrasi mandiri agar ibadah salat di rumah menjadi jauh lebih mantap,” urai Luazizah.
Selain memperkuat pemahaman keagamaan, program SIKAP BAIK dirancang secara inklusif dengan turut memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi dan sosial melalui gerakan ketahanan pangan. Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Prastiwi Untari, mengajak warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman sayuran guna menjawab tantangan fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Ketahanan pangan yang kokoh bermula dari satuan terkecil dalam masyarakat, yaitu rumah tangga. Dengan memanfaatkan segenap lahan pekarangan yang tersedia untuk menanam sayur-mayur, KPM tidak hanya mampu menekan pengeluaran belanja harian, melainkan sekaligus menjamin ketersediaan asupan makanan yang segar, sehat, dan bergizi bagi seluruh anggota keluarga,” jelas Prastiwi.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini dan menegaskan pentingnya integrasi layanan seperti program SIKAP BAIK. “Kami sangat mendukung penuh sinergi ini sebagai wujud pelayanan publik yang utuh dan inklusif. Pemenuhan kebutuhan jasmani melalui ketahanan pangan berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan rohani berupa pemahaman fikih astronomi yang aplikatif. Melalui edukasi Istiwa A’zam, masyarakat mendapatkan pengetahuan sains berbasis nilai Islam yang dapat diterapkan langsung demi meningkatkan kualitas ibadah,” tegas Rangga.
Kini, warga Karangtengah Kidul tidak hanya dibekali kemampuan membangun ketahanan pangan mandiri, melainkan juga memiliki landasan pemahaman keagamaan yang kokoh dan berbasis bukti ilmiah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (myid)
🔴 Penulis
🌐 Redaktur: Mawan








