WARTA-JOGJA.COM, GUNUNGKIDUL, DIY – UPT Puskesmas Paliyan menggelar pertemuan sekaligus pelatihan digital bagi seluruh kader Posyandu di wilayah Kalurahan Karangasem, Kabupaten Gunungkidul, Jumat (2/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi Portal Nyawiji.
Pelatihan yang dilaksanakan di wilayah Kalurahan Karangasem itu tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman kader terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemampuan adaptasi terhadap transformasi digital. Melalui Portal Nyawiji, kader diperkenalkan pada sistem pengelolaan data Posyandu yang lebih terpadu sehingga proses pencatatan, rekapitulasi, pelaporan, dan pemantauan indikator kesehatan dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Dalam kegiatan tersebut, Lurah Karangasem, Sigit Purnomo, turut memberikan arahan mengenai pentingnya membangun kesadaran kesehatan dari lingkungan keluarga. Menurutnya, pembangunan kesehatan masyarakat yang kokoh tidak selalu harus diawali dengan langkah yang kompleks, melainkan dapat dibentuk melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Sigit menekankan tiga hal mendasar yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menjaga kesehatan sehari-hari, yakni memenuhi kebutuhan air putih secara rutin dan cukup, mengelola stres dengan baik agar kondisi pikiran tetap tenang dan sehat, serta memastikan waktu istirahat yang memadai bagi tubuh dan pikiran.
“Kesehatan yang baik tidak harus dimulai dari hal-hal yang rumit. Cukup dengan disiplin hal-hal sederhana ini, fondasi hidup sehat akan terbentuk dengan kuat bagi setiap keluarga di Karangasem,” ujar Sigit Purnomo.
Sementara itu, materi utama pelatihan disampaikan oleh Ida Sriwahyuniyati, A.Md., Keb. Dalam sesi tersebut, para kader mendapatkan panduan mengenai penggunaan Portal Nyawiji, yakni aplikasi digital yang digunakan untuk membantu proses rekapitulasi data di tingkat Posyandu secara terpadu, cepat, dan akurat di wilayah binaan UPT Puskesmas Paliyan.
Pengenalan aplikasi tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan kapasitas kader karena data Posyandu memiliki fungsi strategis dalam menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat di tingkat lokal. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, informasi yang dihimpun oleh kader dapat dikelola secara lebih efisien dan menjadi bahan pendukung dalam pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
Melalui sistem digital tersebut, proses pencatatan dan pelaporan diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif. Informasi yang diperlukan juga dapat tersedia secara lebih tepat waktu sehingga mendukung koordinasi pelayanan kesehatan serta pengambilan keputusan berdasarkan data di wilayah kerja UPT Puskesmas Paliyan.
Para kader Posyandu mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Selain menyimak penjelasan materi, mereka juga mengikuti praktik penggunaan aplikasi secara langsung agar dapat memahami tahapan penginputan dan pengelolaan data sesuai kebutuhan pelayanan Posyandu.
Pelatihan praktik menjadi bagian penting karena penguasaan teknologi tidak cukup hanya melalui pemahaman konseptual. Kader perlu memiliki pengalaman langsung dalam menggunakan sistem digital sehingga mampu menerapkannya ketika menjalankan tugas pelayanan dan administrasi Posyandu di tengah masyarakat.
Transformasi digital dalam pengelolaan data kesehatan juga memberikan peluang bagi pelayanan Posyandu untuk menjadi lebih terorganisasi. Data yang sebelumnya membutuhkan proses pencatatan dan rekapitulasi secara manual dapat diarahkan menuju mekanisme yang lebih terintegrasi, sehingga kader memiliki dukungan sistem dalam menjalankan tugasnya.
Kader Posyandu selama ini memiliki posisi strategis sebagai salah satu unsur terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kedekatan mereka dengan warga membuat kader memiliki peran penting dalam membantu pelaksanaan berbagai kegiatan kesehatan sekaligus menyampaikan informasi yang berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan keluarga.
Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan digital menjadi bagian dari proses penguatan sumber daya manusia di tingkat masyarakat. Kemampuan menggunakan teknologi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kompetensi kader dalam memberikan pelayanan sehingga digitalisasi tidak sekadar menjadi perubahan sistem administrasi, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
Kegiatan yang digelar UPT Puskesmas Paliyan di Kalurahan Karangasem tersebut pada akhirnya memperlihatkan adanya upaya untuk menghubungkan pelayanan kesehatan masyarakat dengan perkembangan teknologi informasi. Penguatan keterampilan digital kader menjadi salah satu langkah untuk menciptakan sistem pelayanan yang lebih efektif, tertib, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan meningkatnya kemampuan kader dalam memanfaatkan Portal Nyawiji, proses pengelolaan informasi Posyandu diharapkan dapat berjalan semakin baik. Hal tersebut sekaligus memperkuat peran kader sebagai penghubung antara pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat dengan sistem pelayanan yang berada di bawah pembinaan UPT Puskesmas Paliyan.

Redaktur: Mawan

